Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Dua Komandan Garda Revolusi Tewas, Iran Bersumpah Balas Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintahan Ali Khamenei mengancam akan membalas serangan Israel yang menggempur Konsulat Iran di Damaskus, Suriah pada Senin (1/4).
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menyerukan kepada komunitas internasional untuk bertindak usai serangan Israel tersebut.
Amir-Abdollahian menegaskan akan ada konsekuensi dari tindakan ini pada rezim Zionis dan perlunya tanggapan serius dari komunitas internasional terhadap tindakan tersebut.
"(Perdana Menteri Israel) Netanyahu benar-benar kehilangan keseimbangan mental karena kegagalan berturut-turut rezim Israel di Gaza dan tidak mencapai tujuan ambisius Zionis," kata Amir-Abdollahian, dikutip AFP.
Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanani mengecam keras serangan itu. Dia mengatakan Iran berhak untuk melakukan reaksi dan akan memutuskan "jenis respons dan hukuman bagi agresor".
Sebelumnya Duta Besar Iran untuk Suriah Hossein Akbari mengatakan pemerintah Teheran akan membalas Israel di saat yang tepat.
"Kami akan membalas di waktu yang kami tentukan," kata Hossein di X. Kedutaan Besar Iran di Suriah juga "bersumpah akan membalas tindakan tepat terhadap agresi pengecut ini."
Di kesempatan itu, Akbari mengatakan serangan Israel ke konsulat menunjukkan mereka tak mematuhi hukum internasional.
"Dan melakukan segala cara yang tak manusiawi untuk mencapai apa yang diinginkan," kata Akbari di X.
Akbari mengungkap saat pesawat tempur F-35 dan enam rudal menyerang kompleks kedutaan. Saat serangan terjadi, dia berada di ruang kerja. Jarak konsulat Iran ke kediaman Dubes itu di Suriah hanya berjarak 2 kilometer.
"Saya melihat dari kamar ada bangunan yang rusak," ungkap Akbari, dikutip National News.
Serangan Israel ke Damaskus menyebabkan 11 orang meninggal. Mereka di antaranya sembilan warga Iran, dua warga Suriah, dan satu warga Lebanon. Dua di antaranya merupakan komandan pasukan elite di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Serangan Israel ini juga terjadi saat pasukan masih melancarkan agresi sejak 7 Oktober. Imbas insiden itu, lebih dari 32.500 orang meninggal. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun