Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Kakek di Jembrana Tewas Terjatuh di Sumur Diduga Ceburkan Diri
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seorang kakek berinisial JH, 72 tahun, asal Kecamatan Negara, Jembrana diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menceburkan diri ke sumur rumah miliknya pada Jumat (12/4/2024) sekitar pukul 06.50 WITA, diduga lantaran depresi setelah ditinggal istri meninggal 2 tahun yang lalu.
Ketut Suaka Purnawasa, Kapolsek Negara, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi. Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya yang melihat sandal korban di pinggir sumur dalam keadaan rapi.
"Saat melihat ke dalam sumur, sang anak melihat kepala korban di bawah dan langsung meminta bantuan. Korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur oleh tim gabungan sudah dalam keadaan meninggal dunia sekira pukul 10.15 WITA," jelas Suaka.
Menurut informasi dari anaknya, lanjut Suaka, korban pernah menderita sakit asam lambung, namun sudah sembuh. "Diduga korban mengalami depresi karena istri dan anak laki-lakinya telah meninggal dunia," terangnya.
Hasil pemeriksaan Inafis Polres Jembrana menunjukkan bahwa korban memiliki tinggi badan 155 cm, memakai baju warna abu-abu, celana pendek warna hitam, dan kaos kaki motif loreng.
"Korban ditemukan dalam keadaan belum kaku dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," pungkasnya.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun