Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Hamas Kukuh Gencatan Senjata di Gaza Harus Permanen
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hamas menekankan tetap ingin gencatan senjata permanen di Gaza. Respons resmi mereka disebut bakal disampaikan dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan menyikapi gencatan senjata di Gaza yang diusulkan Israel beberapa hari lalu.
Suhail al-Hindi selaku pejabat senior Hamas, seperti diberitakan AFP pada Rabu (1/5) mengungkapkan Hamas mempertimbangkan gencatan senjata 40 hari di Gaza dan pertukaran sandera Palestina dalam jumlah besar.
"[Hamas] akan menyampaikan tanggapan yang jelas dalam waktu dekat," tutur Suhail al-Hindi tanpa mendetailkan waktunya. "Tujuan [gencatan senjata] adalah untuk mengakhiri perang ini."
Namun, ia mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan utusan Hamas yang mengikuti perbincangan mengenai hal itu merasakan kemajuan. Hamas mengirimkan perwakilan ke Kairo untuk berdiskusi bersama AS, Mesir, dan Qatar.
AS sebelumnya mendesak Hamas segera menerima proposal gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera yang diajukan Israel. Menurutnya tak ada lagi alasan untuk menghambat persetujuan.
Menlu AS Blinken sejak Senin (29/4) menilai proposal terbaru yang diajukan Israel adalah "yang paling murah hati." Kendati demikian, ia tak mendetailkan lebih lanjut isi dalam proposal itu.
Sebuah sumber yang mengetahui perundingan tersebut mengatakan mediator Qatar mengharapkan tanggapan dari Hamas dalam satu atau dua hari mendatang.
Sumber yang sama mengungkapkan usulan Israel berisi "konsesi nyata," termasuk periode "tenang berkelanjutan" setelah jeda awal dalam pertempuran dan pertukaran sandera dan tahanan.
Ia turut mengatakan penarikan Israel dari Jalur Gaza kemungkinan besar masih menjadi perdebatan.
Sementara itu, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa pemerintah "akan menunggu jawaban hingga Rabu malam." Setelah itu, mereka baru akan "membuat keputusan" bakal mengirim utusan ke Kairo untuk mencapai kesepakatan atau tidak.
Namun, keinginan Hamas sepertinya bertolak belakang dengan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (30/4). Ia mengatakan Israel bakal tetap serang Rafah dengan ada atau tidaknya gencatan senjata Gaza.
"Kami akan memasuki Rafah dan kami akan melenyapkan batalion Hamas di sana dengan atau tanpa kesepakatan [gencatan senjata]," katanya kepada keluarga beberapa sandera yang masih ditahan di Gaza, seperti diberitakan AFP, Selasa (30/4). (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan