Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Jepang Buka Suara Usai Disebut Xenofobia Oleh Joe Biden
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, yang menyamakan Jepang dengan China dan Rusia sebagai negara xenofobia, direspons oleh pemerintah Negeri Matahari Terbit tersebut.
Apa yang disampaikan Biden terbilang tak terduga, mengingat Jepang merupakan sekutu mereka di Asia. Jepang menyayangkan dengan apa yang disampaikan Biden dan menyebutnya salah arah.
Sebelumnya, Biden menyamakan sekutu AS, Jepang dan India dengan China dan Rusia dalam sebuah acara kampanye baru-baru ini. Biden menyebut alasan bahwa empat kekuatan ekonomi dunia (India, Jepang, China, Rusia) itu sedang kesulitan karena keengganan mereka menerima imigran.
"Mengapa perekonomian China mengalami kemunduran yang begitu parah? Mengapa Jepang dalam kesulitan? Mengapa Rusia dalam kesulitan? Dan India? Karena mereka xenofobia. Mereka tidak menginginkan imigran," kata Biden pada 1 Mei lalu.
"Salah satu alasan mengapa perekonomian kita tumbuh adalah karena Anda dan banyak orang lainnya. Mengapa? Karena kami menyambut baik imigran," tambah Biden.
Sebagai tanggapan, Tokyo pada tanggal 4 Mei lalu mengatakan amat menyayangkan bahwa komentar yang dibuat Biden tidak didasarkan pada pemahaman yang akurat tentang kebijakan Jepang.
Pemerintah Jepang telah menyampaikan pesan ini ke Gedung Putih dan sekali lagi menjelaskan tentang kebijakan dan pendirian mereka.
Pernyataan Biden yang menyebut Jepang xenofobia disampaikan kurang dari sebulan setelah ia menjadi tuan rumah jamuan makan malam kenegaraan yang mewah untuk rekannya dari Jepang, Fumio Kishida, sebagai bentuk diplomasi tingkat tinggi yang jarang terjadi.
Xenofobia adalah ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain, atau yang dianggap asing.
Pihak Gedung Putih pun buru-buru mengklarifikasi pernyataan politisi Partai Demokrat berusia 81 tahun itu. Presiden Biden hanya berusaha mengirimkan pesan yang lebih luas bahwa "Amerika Serikat adalah negara imigran," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby, seperti dikutip The Straits Times.
"Itu (menerima Imigran) ada dalam DNA kami", imbuhnya.
Tokyo sendiri mengatakan bahwa klarifikasi dari AS itu telah mereka terima.
"Kami menyadari penjelasan pemerintah AS bahwa komentar tersebut tidak dibuat dengan tujuan untuk merugikan pentingnya dan kelanggengan hubungan Jepang-AS", kata pernyataan Tokyo. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2375 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun