Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hamas Ancam Batal Gencatan Senjata Jika Israel Terus Gempur Rafah

Rabu, 8 Mei 2024, 12:14 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/Hamas Ancam Batal Gencatan Senjata Jika Israel Terus Gempur Rafah

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Kelompok Hamas menegaskan tidak akan melanjutkan kesepakatan gencatan senjata, jika agresi militer Israel terus berlanjut di Rafah, Gaza selatan.

Hal ini disampaikan pejabat Hamas, Osama Hamdan, dalam konferensi pers ketika delegasi Hamas tiba di Kairo untuk melanjutkan perundingan gencatan senjata.

"Kami tegaskan operasi militer di Rafah, jika dilakukan Israel, tidak akan menjadi piknik bagi tentara Israel," kata Hamdan, dilansir dari AFP.

Dia mengatakan proposal gencatan senjata terbaru usulan Mesir dan Qatar selaku mediator yang disetujui Hamas, adalah upaya minimum untuk menanggapi tuntutan rakyat dan perlawanan kelompok tersebut.

"Keputusan ada di tangan Netanyahu," ungkap Hamdan.

Israel mulai melakukan serbuan darat di Rafah, Gaza selatan, pada Selasa (7/5) setelah Hamas mengumumkan menerima proposal gencatan senjata. Israel juga menutup jalur masuk bantuan kemanusiaan ke Palestina.

"Perlintasan Rafah dulunya dan akan tetap menjadi perlintasan murni Mesir-Palestina," kata Hamdan.

Sebelumnya Hamas menyatakan menerima proposal gencatan senjata yang mencakup tiga fase pada Senin (6/5). Keputusan ini pun disambut sorak-sorai warga Palestina di Gaza.

Namun kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tidak menerima proposal itu, karena tidak mencakup persyaratan penting yang diajukan Israel.

Meski demikian Israel disebut tetap akan mengirimkan delegasinya dalam negosiasi gencatan senjata yang berlangsung di Kairo, Mesir.

Hingga kini serbuan Israel di Rafah telah menewaskan belasan orang, usai pasukan Zionis menjatuhkan bom di rumah-rumah warga. Sementara itu sejak tujuh bulan agresi Israel, lebih dari 34 ribu warga sipil di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah meninggal dunia. (sumber: cnnindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami