Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
12 Relawan MER-C dari RI Terjebak Saat Israel Serang Rafah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebanyak 12 relawan organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia terjebak di Rafah saat pasukan Israel menyerang kota tersebut.
Kepala Presidium MER-C Indonesia Sarbini Abdul Murad mengatakan belasan relawan tersebut tak bisa keluar dari Rafah pada Senin (6/5) imbas serangan Zionis.
Mereka semestinya bertukar shift dengan tim medis berikutnya yang telah menunggu untuk masuk ke Gaza dari Kairo, Mesir.
"Jadi pada hari Senin itu tim etape yang ketiga itu keluar dari Gaza dan tim ke keempat (seharusnya) masuk ke Gaza. Oleh sebab itu, sekarang tim yang ketiga tidak bisa keluar dari Gaza dan tim yang keempat tidak masuk ke Gaza," kata Sarbini dalam konferensi pers di kantor MER-C, Rabu (8/5).
Sarbini menyebut belasan relawan MER-C yang masih terjebak di Rafah terdiri atas perawat dan dokter bedah. Mereka berjumlah 12 orang.
Menurut Sarbini, para relawan tak bisa meninggalkan Rafah lantaran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menginstruksikan agar tak ada tim medis yang keluar masuk dari dan ke Rafah.
"Oleh sebab itu teman-teman MER-C pada hari ini masih terkonsentrasi di Gaza di beberapa rumah sakit mereka bekerja. Kita doakan bahwa mereka bisa selamat dan bisa melaksanakan tugas-tugas. Kita mengharapkan mereka bisa dievakuasi atau bisa keluar dari Gaza," ujar Sarbini.
Pasukan militer Israel menyerang wilayah timur Rafah pada Senin (6/5) lalu. Serangan yang menyasar rumah penduduk itu menewaskan belasan warga Palestina.
Tak cuma itu, pasukan Zionis juga mengerahkan tank-tank ke dalam Rafah. Mereka mengklaim berhasil mengambil kendali perbatasan Palestina dan Mesir tersebut.
Aksi militer Israel di Rafah ini menuai kecaman keras dari dunia internasional. Negara-negara mayoritas Muslim menilai serangan ke Rafah cuma akan memperburuk perkembangan negosiasi gencatan senjata.
Pasalnya, serangan itu diluncurkan tak lama setelah Hamas menyetujui proposal yang diajukan Mesir dan Qatar. Proposal tersebut berisi tiga fase pembebasan sandera.
Israel menolak proposal tersebut karena menilai isinya tak sesuai dengan persyaratan yang mereka ajukan.
Agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini telah menewaskan lebih dari 34.700 orang. Mayoritas korban ialah anak-anak dan perempuan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan