Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
H-1, Luhut Matangkan Persiapan World Water Forum di Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menggelar rapat koordinasi (rakor) Panitia Nasional World Water Forum ke-10 Tahun 2024 di The Laguna Resort and Spa Nusa Dua, pada Kamis 16 Mei 2024.
Rakor ini dilaksanakan untuk mematangkan persiapan akhir penyelenggaraan forum air terbesar di dunia tersebut.
Selain Luhut Binsar Panjaitan, rakor ini juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Kapolri, Panglima TNI, Penjabat Gubernur Bali, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, serta Pejabat dari Kementerian lainnya.
Dalam sambutanya Menko Marves Luhut Binsar menyampaikan bahwa WWF ke-10 merupakan forum penting untuk membahas solusi krisis air global. Indonesia sebagai tuan rumah berkomitmen untuk menyukseskan forum ini dan menghasilkan solusi yang konkret dan berkelanjutan.
"World Water Forum ke-10 ini merupakan momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan dan komitmennya dalam mengatasi krisis air global. Kita harus bekerja sama dengan semua pihak untuk menyukseskan forum ini dan menghasilkan solusi yang konkret dan berkelanjutan," ujar Menko Luhut.
Rapat koordinasi ini membahas berbagai persiapan akhir penyelenggaraan World Water Forum ke-10, termasuk logistik, keamanan, akomodasi, layanan kesehatan, dan transportasi. Para menteri terkait diminta untuk memastikan kelancaran semua aspek penyelenggaraan forum.
Menko Marves juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam World Water Forum ke-10. Ia mengajak masyarakat Bali dan seluruh masyarakat Indonesia untuk terlibat aktif dalam forum ini dan bersama-sama mencari solusi untuk krisis air.
"World Water Forum ke-10 ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik kita semua. Saya mengajak masyarakat Bali dan seluruh masyarakat Indonesia untuk terlibat aktif dalam forum ini dan bersama-sama mencari solusi untuk krisis air," tegasnya.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Bali Irjenpol (Purn) Sang Made Mahendra Jaya, dalam kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Bali untuk menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10.
"Kami siap mendukung penuh dan bekerja sama dengan semua pihak untuk menyukseskan acara ini," terangnya.
Senada disampaikan Kakanwil Kemenkumham Bali, Pramella Yunidar Pasaribu menyambut baik penyelenggaraan World Water Forum ke-10 Tahun 2024 di Bali. Menurutnya, forum ini merupakan kesempatan penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan air berkelanjutan.
Dikatakanya, Kemenkumham Bali bersama dengan instansi terkait lainnya, telah melakukan berbagai persiapan matang untuk memastikan kelancaran kedatangan dan kepulangan para delegasi.
"Kita sudah siapkan 3 konter pemeriksaan keimigrasian khusus dengan satu konter berisi 4 petugas, sehingga ada total 12 petugas yang bertugas di konter delegasi. Untuk pemeriksaan terhadap penumpang reguler, kami siapkan 30 unit autogate dan 10 konter pemeriksaan dengan total 40 petugas", terang Pramella.
Diketahui, KTT WWF ke-10 yang diselenggarakan di Bali pada 18 sampai 25 Mei 2024, akan dihadiri oleh lebih dari 30.000 peserta dari 193 negara. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi krisis air global.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3994 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1384 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 937 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 863 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 734 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun