Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Buka World Water Forum, Jokowi Perkenalkan Prabowo Sebagai Presiden Terpilih
bbn/tangkapan layar YouTube Biro Setpres/Buka World Water Forum, Jokowi Perkenalkan Prabowo Sebagai Presiden Terpilih.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memperkenalkan calon presiden terpilih Prabowo Subianto di hadapan delegasi dan pemimpin dunia yang hadir dalam pembukaan World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (20/5/2024).
Hal ini sebagai berlanjutnya tongkat kepemimpinan Indonesia dalam komitmen menjaga pengelolaan air dengan negara-negara lain.
"In this good occasion allow me to introduce the president elect of Indonesia Mr. Prabowo Subianto who is curely serving as Minister of Defence. Who will continue Indonesia's comitment to contribute to work with water management," ucap Jokowi disambut tepuk tangan para hadirin.
(Dalam kesempatan yang baik ini izinkanlah saya memperkenalkan presiden terpilih Indonesia pak Prabowo Subianto yang melayani dengan baik sebagai Menteri Pertahanan RI dan yang melanjutkan komitmen Indonesia untuk berkontribusi bekerja dalam pengelolaan air-red)
Tampak Prabowo pun merespons dengan berdiri dan memperkenalkan diri di hadapan audiens yang hadir.
Sebelumnya Jokowi dalam kata sambutannya mengatakan pertemuan forum air sedunia bertujuan untuk meneguhkan komitmen bersama dan merusmuskan aksi nyata pengelolaan air yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menyebut dari 72 persen permukaan bumi yang tertutup air hanya 1 persen yang bisa diakses dan digunakan sebagai air minum dan keperluan sanitasi. Bahkan, lanjutnya, tahun 2050, 500 juta petani kecil sebagai penyumbang 80 persen pangan dunia diprediksi paling rentan mengalami kekeringan.
"Tanpa air tidak ada makanan, tidak ada perdamaian, tidak ada kehidupan. Air harus dikelola dengan baik karena setiap tetesnyaa sangat berharga," sebutnya.
Dikatakan sebagai negara luas per area yang mencapai 65 persen, Indonesia kaya kearifan lokal dalam pengelolaan air mulai dari sepanjang garis pantai, pinggiran aliran sungai, sampai tepian danau.
Selain itu masyarakat Indonesia memiliki nilai budaya terhadap air salah satunya adalam sistem pengairan subak di Bali yang dipraktikkan sejak abad 11 tahun lalu dan diakui sebagai warisan budaya dunia.
"Selain itu bagi masyarakat Bali air adalah kemuliaan yang mengandung nilai nilai spiritual dan budaya yang harus dikelola bersama-sama," ujarnya.
Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan tema kita kali tahun ini yakni air bagi kemakmuran bersama yang bisa dimaknai menjadi 3 prinsip dasar yaitu menghindari persaingan, mengedepankan pemerataan dan kerja sama inlkusif dan menyokong perdamian dan kemakuran bersama.
Menurutnya, ketiga bisa terwujud dengan sebuah kata kunci yaitu kolaborasi. Di indonesia kolaborasi menjadi kunci keberhasilan meretorasi Sungai Citarum serta pengembangan energi hijau solar panel terapung di waduk Cirata yang menjadi terbesar di Asia Tenggara dan ketiga di dunia.
"Indonesia berharap dunia dapat saling bergandengan tangan secara berkesinambungan untuk dapat memperkuat komitmen kolaborasi dalam menghadapi tantangan global terkait air," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 738 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 671 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 491 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 472 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik