Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Bukittinggi Sumbar, Ada Gempa Susulan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gempa darat dengan Magnitudo 3.7 (M.3.7) mengguncang Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (26/5). BMKG melaporkan gempa terjadi pukul 10.46 WIB pada koordinat 0.33 Lintang Selatan, 100.40 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi pada jarak 4 Kilometer Bukittinggi pada kedalaman 7 kilometer.
Hingga pukul 11.25 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Sianok," kata Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang Suaidi Ahadi dalam keterangannya wartawan, Minggu siang.
Menurut Suaidi, gempabumi berdampak dan dirasakan bukan hanya di Kota Bukittinggi, melainkan juga sampai ke daerah tetangga seperti Padang Panjang, Agam dan Payakumbuh dengan skala intensitas II - III MMI.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.
Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Gempa juga membuat kaget sebagian besar warga, terutama yang tinggal di lereng Gunung Marapi. Pihak Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi mengingatkan warga agar tetap siaga dan mematuhi rekomendasi yang telah diberikan lembaga terkait. Apalagi, menjelang Minggu Subuh terjadi erupsi gunung Marapi dengan tinggi kolom abu mencapai satu kilometer.
"Tetap siaga dan selalu mematuhi rekomendasi yang telah diberikan," kata Ahmad Rifandi, Kepala PGA Marapi.
Rekomendasi dimaksud adalah dengan tidak mendekati dan beraktivitas 4,5 kilometer dari kawah, karena Gunung Marapi saat ini berstatus Level III Siaga.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai aliran banjir lahar dingin yang dapat terjadi.
"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan," ujarnya.
Banjir lahar dingin telah memicu terjadinya banjir bandang pada 12 Mei lalu. Musibah itu menyebabkan 62 orang tewas, puluhan orang mengalami luka dan 10 orang hingga kini masih dicari.**
Beberapa daerah terdampak seperti Kabupaten Tanah Datar, Agam dan Kota Padang Panjang, masih menerapkan status siaga darurat bencana. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2968 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2028 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun