Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Awas, Ini Dua Biang Kerok Utama Sakit Jantung di Usia 20-an
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Usia 20-an sudah kena serangan jantung? Ternyata ada sejumlah faktor yang menyebabkan penyakit jantung di usia muda.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis jantung dan pembuluh darah kardiologi intervensi di Rumah Sakit Pondok Indah, Puri Indah, Johan Winata mengatakan anak muda saat ini memang rentan terkena penyakit jantung.
Penyakit jantung yang diderita anak-anak muda ini bukanlah jenis penyakit jantung bawaan, melainkan muncul karena gaya hidup.
"Benar, banyak anak muda yang saat ini terkena penyakit jantung. Saya sendiri ada pasien usia 20 tahunan, 30 tahunan itu ada beberapa," kata Johan ditemui di Hotel Alila SCBD saat peluncuran The New Revolutionary CT Scan 512 Slice with AI, Senin (27/5).
Kata Johan, penyebabnya sebenarnya hal yang sederhana. Hanya ada dua penyebab utama kenapa anak-anak muda di usia 20-30 tahunan ini bisa mengalami serangan jantung.
Berikut dua penyebab utamanya:
1. Merokok
Rokok sudah jadi salah satu gaya hidup yang hampir dilakukan oleh semua orang, termasuk anak muda. Bahkan di Indonesia, tidak bisa dimungkiri banyak juga anak-anak di usia remaja sudah mulai merokok.
Kata Johan, rokok adalah faktor gaya hidup terbesar penyumbang peyakit jantung di kalangan usia muda.
Pasalnya, rokok bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang bermuara pada penyumbatan di pembuluh darah ke jantung.
"Faktor terbesar itu karena merkok, apalagi mereka yang mulai merokok di usia anak-anak dan remaja," kata dia.
2. Makanan
Tidak ada yang salah dengan makanan, yang salah adalah cara Anda makan.
Makanan manis, asin, pedas, gurih, berlemak, tidak akan menyebabkan penyakit apapun selama Anda makan secukupnya, alias tidak berlebihan.
"Misalnya makanan manis kalau mencicip sedikit dan jarang tak akan jadi penyakit. Tapi kalau dimakan setiap hari bisa jadi penyakit," kata dia.
Kedua faktor ini, kata Johan, bisa semakin tinggi risikonya jika orang tersebut terlahir dari keluarga dengan orang tua yang memiliki riwayat penyakit jantung. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan