Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Awas, Ini Dua Biang Kerok Utama Sakit Jantung di Usia 20-an
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Usia 20-an sudah kena serangan jantung? Ternyata ada sejumlah faktor yang menyebabkan penyakit jantung di usia muda.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis jantung dan pembuluh darah kardiologi intervensi di Rumah Sakit Pondok Indah, Puri Indah, Johan Winata mengatakan anak muda saat ini memang rentan terkena penyakit jantung.
Penyakit jantung yang diderita anak-anak muda ini bukanlah jenis penyakit jantung bawaan, melainkan muncul karena gaya hidup.
"Benar, banyak anak muda yang saat ini terkena penyakit jantung. Saya sendiri ada pasien usia 20 tahunan, 30 tahunan itu ada beberapa," kata Johan ditemui di Hotel Alila SCBD saat peluncuran The New Revolutionary CT Scan 512 Slice with AI, Senin (27/5).
Kata Johan, penyebabnya sebenarnya hal yang sederhana. Hanya ada dua penyebab utama kenapa anak-anak muda di usia 20-30 tahunan ini bisa mengalami serangan jantung.
Berikut dua penyebab utamanya:
1. Merokok
Rokok sudah jadi salah satu gaya hidup yang hampir dilakukan oleh semua orang, termasuk anak muda. Bahkan di Indonesia, tidak bisa dimungkiri banyak juga anak-anak di usia remaja sudah mulai merokok.
Kata Johan, rokok adalah faktor gaya hidup terbesar penyumbang peyakit jantung di kalangan usia muda.
Pasalnya, rokok bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang bermuara pada penyumbatan di pembuluh darah ke jantung.
"Faktor terbesar itu karena merkok, apalagi mereka yang mulai merokok di usia anak-anak dan remaja," kata dia.
2. Makanan
Tidak ada yang salah dengan makanan, yang salah adalah cara Anda makan.
Makanan manis, asin, pedas, gurih, berlemak, tidak akan menyebabkan penyakit apapun selama Anda makan secukupnya, alias tidak berlebihan.
"Misalnya makanan manis kalau mencicip sedikit dan jarang tak akan jadi penyakit. Tapi kalau dimakan setiap hari bisa jadi penyakit," kata dia.
Kedua faktor ini, kata Johan, bisa semakin tinggi risikonya jika orang tersebut terlahir dari keluarga dengan orang tua yang memiliki riwayat penyakit jantung. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2801 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun