Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Dokter Tegaskan Ulekan Batu Tak Picu Batu Ginjal
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah video yang memperlihatkan bahaya ulekan batu viral di media sosial. Ulekan batu disebut-sebut bisa menyebabkan batu ginjal.
Disebutkan dalam video, gesekan antara cobekan dan ulekan batu bisa menghasilkan serpihan halus yang kemudian memicu batu ginjal.
Dokter spesialis urologi Nur Rasyid membantah informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa ulekan batu tidak menjadi penyebab batu ginjal.
"Salah kaprah itu," ujarnya, melansir detikhealth. Butiran pasir halus dari ulekan batu tak terkait dengan penyebab batu ginjal.
"Khusus cerita pembentukan batu [ginjal], jadi kalau orang makan apa pun, yang diserap bukan batunya, misal pasir sekali pun, tapi elektrolitnya," jelas dia.
Dia menjelaskan batu ginjal terbentuk saat terjadi penumpukan mineral pada urine. Salah satunya disebabkan oleh kebiasaan jarang minum.
Salah satu cara mudah untuk melihat risiko batu ginjal, lanjut dia, adalah dengan memperhatikan warna urine. Jika urine berwarna pekat, maka berarti tubuh kurang mendapatkan asupan air. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko batu ginjal.
Selain dari warna urine, batu ginjal juga bisa ditandai dengan beberapa gejala lainnya seperti:
- sakit di bagian bawah perut;
- sakit saat buang air kecil;
- sakit perut yang menerus;
- darah dalam urine atau darah berubah warna kecokelatan;
- demam;
- urine bau tak sedap;
- sulit buang air kecil.
(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan