Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Istri Bos ISIS Baghdadi Sebut Suaminya Jadi Ekstrem Akibat Disiksa AS
beritabali.com/cnnindonesia.com/Istri Bos ISIS Baghdadi Sebut Suaminya Jadi Ekstrem Akibat Disiksa AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Mendiang pemimpin kelompok milisi ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi, disebut menjadi ekstremis gara-gara mengalami penyiksaan seksual saat berada di tahanan yang dioperasikan Amerika Serikat.
Al Baghdadi sempat ditahan di Kamp Bucca Irak yang dioperasikan AS pada 2004. Kemudian pada 2019, dia tewas dalam operasi khusus pasukan Negeri Paman Sam.
Istri mendiang Al Baghdadi, Umm Hudaifa, menceritakan perubahan yang dialami mendiang suaminya dalam wawancara dengan BBC.
Umm Hudaifa menyebut sang suami adalah sosok yang religius dan berpikiran terbuka, namun bukan ekstremis.
Perubahan sifat Baghdadi baru terjadi usai ditahan dan disiksa selama setahun dan menjadi pemimpin ISIS.
"Dia mengalami masalah psikologis. Menjadi pemarah dan mudah meledak-ledak amarahnya," kata Hudaifa, dikutip Middle East Monitor, Senin (10/6).
Hudaifa bertanya lebih lanjut soal perubahan sikap itu kepada suaminya. Namun, Al Baghdadi tak memberi penjelasan secara rinci dan hanya menyebut "kamu tak mengerti."
Hudaifa lantas menduga sang suami menjadi sasaran penyiksaan seksual.
Dia juga mengaku telah mengonfrontasi Al Baghdadi tentang pembunuhan terhadap orang-orang yang tak bersalah. Namun, pemimpin Daesh itu menjawab ada hal-hal lain berdasarkan hukum Islam yang bisa dilakukan, seperti membimbing menuju pertobatan.
Hampir lima tahun setelah pembunuhan Al-Baghdadi, Hudaifa ditahan di penjara Baghdad.
Perempuan itu diselidiki karena diduga terlibat dalam kejahatan seperti perbudakan seksual terhadap perempuan dan gadis-gadis yang diculik kelompok ekstremis.
Seorang laki-laki Hamid Yazidi, dan putrinya, Soad, mengajukan kasus perdata dan menuntut hukuman mati untuk Hudaifa. Soad dilaporkan menjadi korban perdagangan manusia sebanyak tujuh kali. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan