Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Pihak Keluarga Meyakini Temuan Tulang Manusia di Desa Gegelang Adalah Kakeknya
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Anggota keluarga meyakini kerangka tulang manusia yang ditemukan pada kebun warga di Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Karangasem adalah I Made Widia sosok lansia yang hilang sejak satu tahun yang lalu.
Keyakinan itu muncul usai anaknya, I Made Sulaksana menyatakan bahwa mengenali pakaian mulai dari baju, celana hingga topi yang ditemukan pada sisa - sisa kerangka tulang manusia tersebut adalah pakaian dari ayahnya.
Kasi Humas Polres Karangasem, IPTU. I Gede Sukadana Rabu (12/6/2024) mengungkapkan, pihak keluarga tidak ingin melakukan tes DNA, karena dengan mengenali pakaian tersebut mereka telah yakin bahwa itu adalah keluarga mereka yang hilang sekitar setahun yang lalu.
“Pihak keluarga juga rencananya akan melakukan upacara kepada kerangka manusia yang ditemukan layaknya orang meninggal dunia. Saat ini, setelah kerangka dievakuasi telah dititipkan di RSUD Karangasem,” kata Sukadana.
Diberitakan sebelumnya, warga di Desa Gegelang, Kecamatan Manggis geger atas adanya penemuan kerangka tulang manusia tersebut pada Selasa (11/6/2024). Kerangka tersebut ditemukan saat salah warga bersangkutan hendak menebang pohon di sekitar TKP.
Saat ditemukan, kondisi tulang sudah tidak utuh lagi, tengkorak maupun bagian tulang lainnya sudah terpisah bahkan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya berjarak sedikit jauh.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 929 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 772 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 586 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 549 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik