Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Zelensky: Putin Tak Siap Berdamai dengan Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia belum siap berdamai usai perang berkelanjutan antar dua negara tersebut. Ia menegaskan pihaknya terbuka untuk segera melakukan pembicaraan jika Moskow menarik pasukannya keluar dari wilayah Ukraina.
Hal tersebut disampaikan Zelensky dalam konferensi damai yang digelar di Swiss, Minggu (16/6). Pihak Rusia sendiri tidak menghadiri konferensi tersebut.
"Rusia dan kepemimpinan mereka tidak siap untuk perdamaian yang adil, ini adalah fakta," kata Zelensky dalam konferensi pers, mengutip AFP.
Sebuah komunike terakhir, yang disetujui oleh sekitar 80 negara, menegaskan kembali komitmen terhadap "integritas teritorial" Ukraina dan mengatakan dialog antara "semua pihak" diperlukan untuk mengakhiri konflik.
Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022, memicu konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
Pasukan Rusia masih menguasai kurang dari seperlima wilayah Ukraina yang diakui secara internasional, termasuk semenanjung Krimea yang dicaploknya pada tahun 2014.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menuntut Ukraina menarik mundur pasukannya dari bagian selatan dan timur negara itu jika ingin invasi berakhir.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecamnya sebagai seruan untuk "menyerah", sementara Zelensky menolak "ultimatum" yang mirip "Hitler".
Di sisi lain, Zelensky menyerukan penarikan mundur Rusia sepenuhnya dan penghormatan terhadap "integritas teritorial" Ukraina.
"Rusia dapat memulai negosiasi dengan kami bahkan besok, tanpa menunggu apapun, jika mereka meninggalkan wilayah hukum kami," katanya.
Zelensky juga mengatakan bahwa ia ingin melihat China memainkan peran yang lebih besar dalam mendiskusikan penyelesaian konflik.
Beijing, sekutu politik dan ekonomi dekat Rusia, tidak menghadiri pertemuan tersebut sebagai protes karena tidak diundang oleh Moskow.
"Saya percaya bahwa China dapat membantu kami. Itulah mengapa saya sangat ingin melihat proposal-proposal tertentu yang dimiliki oleh pihak Tiongkok," kata Zelensky.
"Ukraina tidak pernah mengatakan bahwa China adalah musuh," tambahnya.
Ketika ditanya apakah ia akan menganggap China sebagai teman, Zelensky mengatakan, "Saya percaya bahwa teman adalah mereka yang membantu ketika keadaan sedang sulit. Dan saya ingin China menjadi teman bagi Ukraina." (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5957 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan