Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Reaksi Pelatih Prancis Usai Mbappe Berlumuran Darah di Euro 2024
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pelatih Prancis Didier Deschamps menyebut cedera horor Kylian Mbappe menjadi momen terburuk malam tadi di Euro 2024.
Kemenangan Prancis 1-0 atas Austria dalam pertandingan Grup D Euro 2024 di Stadion Dusseldorf Arena, Selasa (18/6) dini hari WIB, dinodai dengan cedera horor yang dialami Mbappe.
Mbappe harus mendapatkan perawatan pada menit ke-86 usai berduel di udara dengan pemain Austria, Kevin Danso. Hidung Mbappe mengeluarkan darah karena terbentur bahu Danso.
Insiden Mbappe itu terlihat cukup serius. Banyak darah yang keluar hingga mengenai wajah bahkan jersey Mbappe.
Bahkan cedera horor Mbappe ini mambuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Dalam konferensi pers usai pertandingan pelatih Prancis Didier Deschamps menyebut Mbappe tidak dalam kondisi yang baik.
"[Kondisi] Kylian tidak baik. Itu merupakan pukulan yang buruk [untuk kami]. Hidungnya tidak baik. Ini rumit. Itulah momen terburuk malam ini," ucap Deschamps dikutip dari Eurosport.
Baca juga:
Kylian Mbappe Tertarik Gabung AC Milan
Sementara itu N'Golo Kante mengatakan para pemain Prancis khawatir dengan kondisi Mbappe usai mengalami patah hidung mengerikan.
"Kami khawatir ketika melihat Mbappe meninggalkan lapangan. Kami tidak tahu bagaimana situasinya, tapi kami ingin melihatnya kembali ke tim segera," ucap Kante. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1984 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1846 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1748 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1532 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun