Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Ledakan Petasan di Asrama Ponpes Bantul, Jari Seorang Santri Hancur
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Empat orang santri di Bantul, DIY, mengalami luka hingga harus dirawat di rumah sakit setempat usai terkena ledakan petasan atau bubuk mercon, Selasa (18/6).
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menuturkan, peristiwa ini terjadi pada Selasa kemarin sekitar pukul 16.45 WIB di halaman Asrama Ar-Abror Yayasan Al-Bashiroh, Ponpes Hamalatul Quran, Dusun Patihan Gadingsari, Sanden, Bantul.
Kata Jeffry, kejadian berawal dari salah seorang santri berinisial FA (13) yang menemukan petasan di jalan lalu membawanya ke halaman asrama bersama rekannya, AHK (15).
Selanjutnya, oleh santri lain berinisial DAR (14), petasan itu dinyalakan dan meledak. "Dinyalakan dengan api menggunakan kertas," kata Jeffry dalam keterangannya, Rabu (19/6) pagi.
Akibat ledakan itu, ketiga anak tadi beserta satu santri lain berinisial MHA (15) mengalami luka-luka. Beberapa mengalami luka sobek pada kaki, serta luka bakar pada wajah dan rambut.
Jari tangan kanan DAR bahkan sampai hancur atau hilang karena ledakan ini. Dia juga menderita luka sobek pada wajah serta mata kanan.
"Keempat korban dibawa ke RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro. Kami masih mendalami dan menyelidiki kasus ledakan, memeriksa para saksi dan koordinasi dengan Gegana," imbuh Jeffry.
Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda DIY Kompol Suripto menambahkan, pihaknya sampai malam tadi telah melakukan sterilisasi di sekitar lokasi kejadian untuk mendeteksi benda-benda rawan meledak lainnya.
"Sudah kita laksanakan, kami nyatakan clear," kata Suripto.
Berdasarkan hasil identifikasi, kata Suripto, ledakan dipastikan berasal dari bahan peledak low explosive atau berdaya ledak rendah berupa serbuk silver (silver powder). "Dalam hal ini obat petasan," imbuh Suripto.
"Kenapa bisa meledak, karena pada saat itu sama korban, petasan yang sumbunya sudah tidak ada (serbuk) dituangkan pada bakaran kertas di bawahnya. Akhirnya terpicu mengikuti aliran serbuk dan meledak," pungkasnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang