Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Viral Aksi Scamming Wisatawan di Toko Vape Ubud, Korban Rugi Rp1,5 Juta
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Unggahan terkait dugaan penipuan atau scamming oleh wisatawan asing ke penjaga toko Vape di Pengosekan, Ubud, viral pada Rabu (19/6/2024). Postingan itu memperlihatkan pelaku mendekati kasir kemudian menunjukkan uang pecahan Rp100 ribuan.
Dalam postingan, pengunggah memberikan keterangan awalnya didatangi oleh warga asing yang disebut mirip orang Arab. Ia membawa uang USD 100. "Tapi ngebeli barang cuma Rp 60 ribu, itu tembakau. Terus aku tolak, karena banyak nyusuin (banyak yang kembalian, Red)," tulis postingan itu.
Lalu kasir meminta menukar dulu ke ruang rupiah di money changer. Kemudian, setelah membayar menggunakan rupiah, disana muncul hal mencurigakan. Warga asing justru minta uang kembalian yang baru.
Ia bahkan memegang laci kasir. "Ternyata dia ngambil setengah dari bawah pas tanganku longgar," jelas dia.
Aksi itu telah terekam CCTV. Akan tetapi warga asing itu mengenakan masker, kaca mata. "Gak keliatan mukanya, tapi dia orang Arab (berwajah, Red)," tutup postingan itu.
Terkait kasus itu, pihak Polsek mengaku tidak ada laporan. "Tidak ada laporan dari korban ke Polsek Ubud," tutup Kasi Humas Polsek Ubud, Made Sentaya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4010 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1385 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 863 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 737 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun