Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pasien Meninggal Diduga Malpraktik, RS Bhayangkara Makassar Buka Suara
beritabali.com/cnnindonesia.com/Pasien Meninggal Diduga Malpraktik, RS Bhayangkara Makassar Buka Suara
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pihak Rumah Sakit Bhayangkara Makassar membantah tudingan salah satu dokternya melakukan malapraktik terhadap pasien berinisial NF hingga meninggal dunia. Masalah ini sempat mencuat viral di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.
Pihak RS menyatakan penanganan medis yang dilakukan pada NF sudah sesuai prosedur.
"Jadi kasus ini telah diaudit dan kami sampaikan telah dilakukan tindakan medis sesuai prosedur, mulai dari melaksanakan SOP, diagnosis, tindakan penunjang yang telah dilakukan, penegakan diagnosis pasti, terapi. Semuanya sudah sesuai prosedur," kata Sekretaris Komite Medik RS Bhayangkara Makassar dr Ham F. Susanto di Mapolda Sulsel, Sabtu (6/7).
Kasus ini bermula saat NF dibawa ke RS Bhayangkara oleh pihak keluarga karena sakit lalu menjalani pemeriksaan medis. Kemudian tim medis memastikan NF menderita penyakit batu empedu dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kemudian dokter yang menangani NF memutuskan melakukan operasi pengangkatan batu empedu pada 13 Juni 2024. Tim medis melakukan operasi lalu menemukan NF menderita TBC usus yang mengakibatkan pengangkatan batu empedu tidak bisa dilanjutkan.
"Saat operasi ternyata ada TBC usus ini. Tidak bisa memungkinkan untuk pengangkatan batu empedu itu. Setelah dicek, memang itu TBC usus," ungkapnya.
Setelah itu, kondisi kesehatan NF sudah mulai membaik, sehingga tim medis memperbolehkan pasien tersebut pulang. Namun NF diminta harus kembali untuk pemeriksaan bekas luka operasinya.
NF tidak datang ke rumah sakit untuk mengontrol bekas luka operasinya. Ketika bekas luka operasi itu mulai infeksi NF baru datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan.
"(Terlambat) 2 hari baru datang kondisi yang lebih berat. Kalau kita sebut shock sepsis dimana infeksi kuman yang ada menjadi penyebab dan menyebar ke seluruh tubuh," jelasnya.
Pihak tim medis menyarankan NF dirawat inap karena luka operasinya memerlukan penanganan lebih lanjut. Berselang kemudian jahitan bekas luka operasinya dilepas oleh tim medis.
"Masuk ke ruangan ICU, namun dalam kondisi penuh. Sehingga petugas jaga berinisiatif menangani pasien di dalam mobil. Tapi, hari itu juga ada ruangan rawat inap yang kosong dan kita prioritaskan pasien ini," tuturnya.
Namun setelah mendapatkan perawatan kondisi NF memburuk sehingga terpaksa dipindahkan ke ruangan ICU. Namun nyawa pasien tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
"Segala upaya telah dilakukan tetapi memang komplikasi dari penyakit yang ada mulai dari shock sepsis dan penyakit sebelumnya menyebabkan hal yang fatal yaitu meninggal dunia," pungkasnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan