Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Hamas Bantah Bangun Markas di Sekolah PBB di Gaza Usai Dibom Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hamas membantah memiliki markas di sebuah sekolah Al Jaouni yang dikelola Badan PBB untuk urusan Pengungsi Palestina (UNRWA) di Jalur Gaza, Palestina.
Pernyataan itu keluar dari Hamas demi membantah klaim Israel yang mengaku membombardir Sekolah Al Jaouni gegara menjadi salah satu pos kelompok milisi itu.
Hamas menyebut serangan ini sebagai "pembantaian baru dan kejahatan yang dilakukan oleh musuh kriminal ini sebagai bagian dari perang genosida mereka terhadap rakyat Palestina kami".
"Klaim tentara pendudukan (Israel) atas kehadiran anggota perlawanan (Hamas) di sekolah UNRWA Al Jaouni adalah bohong dan menyesatkan," kata Hamas melalui pernyataan.
Menurut Hamas, Israel hanya membual agar ada alasan untuk memusnahkan warga Palestina di Gaza.
"Penjajah (Israel) berupaya melayangkan tuduhan untuk menyebarkan dan membenarkan kejahatannya ke publik dan menyembunyikan tujuan jelas yang ingin mereka terapkan yakni memusnahkan rakyat kami," ucap Hamas seperti dikutip Al Jazeera pada Minggu (7/7).
Setidaknya 16 orang terbunuh termasuk anak-anak akibat bombardir Israel ke Sekolah Al Jaouni pada Sabtu (6/7).
Seorang perempuan, Samah Abu Amsha, menceritakan bahwa beberapa anak tewas saat mereka sedang membaca Al-Quran di dalam kelas ketika rudal menghantam. "Serpihan menghantam saya di dalam kelas dan anak-anak terluka," katanya kepada AFP.
Sekolah yang terletak di kompleks kamp pengungsian Al Nuseirat itu telah menjadi tempat penampungan keluarga Palestina yang kehilangan tempat tinggal imbas agresi Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu.
Israel menyatakan serangan ini ditujukan ke para militan Hamas.
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka "menyerang beberapa teroris yang beroperasi di bangunan yang terletak di sekitar sekolah Al-Jaouni UNRWA".
"Lokasi ini digunakan sebagai tempat persembunyian dan infrastruktur operasional dari mana serangan terhadap pasukan IDF di Gaza diarahkan dan dilakukan. Langkah-langkah akan diambil untuk mengurangi risiko melukai warga sipil," klaim Israel.
Dilansir Reuters, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat selain menewaskan belasan orang, serangan itu juga melukai lebih dari 50 orang.
Sekitar 7.000 orang sedang berlindung di sekolah pada saat serangan terjadi, menurut kantor pers pemerintah Hamas. Puluhan orang berlarian melalui reruntuhan setelah serangan untuk mencari korban selamat. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5946 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2633 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan