Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Brutal, Pria di India Gigit Balik Ular Sampai Mati Usai Dipatok
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria di Rajouli, negara bagian Bihar, India, membalas gigitan seekor ular berbisa dengan menggigit balik hewan melata itu.
Media afiliasi CNN di India, News18, melaporkan Santosh Lohar, buruh dari Jharkhand yang bekerja untuk proyek jalur kereta api di Rajouli, mulanya sedang tertidur di tenda pada Selasa (2/7) malam.
Seekor ular berbisa kemudian masuk ke tendanya dan menggigit dia.
Alih-alih ketakutan dan panik, Lohar justru membanting ular itu dengan tongkat besi dan menggigitnya beberapa kali.
Gigitan itu pun membuat ular berbisa tersebut mati seketika.
Tak lama setelah insiden, sejumlah petugas kereta api membawa Lohar ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Kepada India Today, Lohar mengatakan bahwa di desanya, ada kepercayaan bahwa jika manusia digigit ular, maka harus menggigit balik untuk menetralkan racunnya.
Kendati begitu, menurut sejumlah laporan media, para penduduk setempat percaya ular yang digigit Lohar tidak berbisa. Sebab, jika memang berbisa, maka nyawa Lohar kemungkinan terancam.
Dokter Satish Chandra, yang bertugas merawat Lohar, sejauh ini mengatakan pasiennya sudah mulai pulih. Lohar disebut telah selamat dari bahaya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7549 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5622 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3524 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2383 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan