Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Trump Usai Ditembak Saat Kampanye: Seharusnya Saya Mati
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bakal calon presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan seharusnya dia meninggal dalam penembakan saat kampanye di Pennsylvania pada Sabtu (13/7).
Trump tertembak saat sedang pidato di rapat umum itu. Imbas serangan tersebut, dia mengalami luka di bagian telinga.
"Saya seharusnya tidak di sini. Saya seharusnya sudah meninggal," kata Trump saat wawancara dengan New York Times, dikutip CNN, Senin.
Dia lalu berujar, "Karena beruntung atau karena Tuhan, banyak orang bilang karena Tuhan saya di sini."
Saat wawancara, tampak perban putih besar di bagian telinga Trump.
Presiden AS periode 2016-2020 itu juga menunjukkan lengan kanannya yang lebam. Namun, New York Times tak diizinkan mengambil gambar Trump selama proses tanya-jawab ini.
Di kesempatan itu, Trump juga mengungkapkan kesan soal foto dia yang mengepalkan tangan, darah terlihat di pelipis, dan bendera AS berkibar di belakang dia. Gambar tersebut viral di media sosial.
"Banyak orang bilang itu foto ikonis yang pernah mereka lihat. Mereka benar dan saya tak mati," ujar dia.
"Biasanya Anda harus meninggal untuk bisa punya foto ikonis," imbuh Trump.
Trump juga mengatakan setelah penembakan, dia ingin terus berbicara di depan para pendukungnya.
Namun, anggota Secret Service tampak bergegas membawa Trump ke fasilitas medis.
"Saya ingin terus bicara, tapi saya baru saja tertembak," ungkap dia.
Tak lama setelah penembakan, Trump terlihat mengepalkan tangan dan sempat mengatakan "lawan!"
Trump mengalami upaya pembunuhan pada akhir pekan lalu. Pelaku meluncurkan peluru dari atap gedung di luar lokasi kampanye menggunakan senapan AR-style 556.
Namun, pelaku tewas ditembak anggota Secret Service. Saat insiden, dia tak membawa identitas apapun.
Biro Investigasi Federal (FBI) lalu mengidentifikasi pelaku menggunakan DNA dan konfirmasi biometrik. Hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku adalah laki-laki berusia 20 tahun asal Pennsylvania, Thomas Matthew Crooks.
FBI hingga kini masih melakukan investigasi dan menelusuri cara Crooks mendapat senjata.
Secret Service juga menjadi sorotan karena dianggap kecolongan dalam mengamankan presiden AS ke-45 itu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8106 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5667 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2395 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan