Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Empat Desa di Abang Karangasem Nyepi Adat, Pecalang Jaga Ketat Tiap Perempatan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Suasana di seputaran jalur Desa Abang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem Senin (22/7/2024) pagi, tampak sepi lengang, tak ada aktivitas perkantoran yang terlihat begitu juga sekolah - sekolah sepertinya diliburkan.
Pemandangan ini terjadi karena warga sedang melaksanakan catur brata penyepian serangkaian Nyepi Adat di wilayah Desa Ada Kesimpar yang berlangsung mulai pukul 07.00-16.00 WITA nanti.
Menurut salah seorang pengurus pecalang Desa Adat Kesimpar yang berjaga di kawasan Peremparan Desa Abang, I Komang Arya. Nyepi di Desa Adat Kesimpar dilaksanakan setiap satu tahun sekali usai upacara usaba dodol di Pura Puseh setempat.
"Nyepi adat ini berlaku di wilayah Desa Adat Kesimpar saja yang mencangkup 4 wilayah Desa Dinas, diantaraya Desa Kesimpar, Desa Abang, Nawakerti dan Desa Pidpid, pelaksanaanya sama seperti nyepi pada umumnya yang membedakannya hanya waktu dan lama pelaksanaannya," kata Arya.
Selama pelaksanaan nyepi adat ini, seluruh perbatasan hingga perempatan jalan dijaga ketat oleh anggota pecalang yang didukung personel Babinkamtibmas Polsek Abang.
Khusus jalan pusat, lalu lintas masih berjalan seperti biasa, tetapi jika ada kendaraan yang hendak memasuki wilayah desa adat tidak diperkenankan selama nyepi berlangsung.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 766 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 684 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 505 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 482 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik