Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ahli Diet Sebut Mengunyah Makanan 40 Kali Bisa Menurunkan Berat Badan
beritabali.com/cnnindonesia.com/Ahli Diet Sebut Mengunyah Makanan 40 Kali Bisa Menurunkan Berat Badan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Mengunyah makanan dengan benar diyakini bisa mendukung proses penurunan berat badan. Bahkan para ahli diet menyarankan untuk mengunyah makanan sebanyak 40 kali sebelum dikunyah untuk bisa menurunkan berat badan.
Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa salah satu kebiasaan yang bisa membantu menurunkan berat badan adalah makan dengan perlahan. Bahkan, makan perlahan bisa memicu pembakaran kalori hingga sekitar 10 kalori untuk makanan dengan jumlah 300 kalori.
Pakar menyarankan untuk mengunyah makanan minimal 40 kali sebelum menelannya.
Mengunyah secara perlahan akan membantu penyerapan nutrisi lebih baik ke dalam tubuh.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Obesity, mengungkap proses menghaluskan makanan di dalam mulut akan membantu cairan asam di lambung untuk mengubahnya jadi ukuran mikro. Hal ini membantu penyerapan nutrisi dan cairan lebih baik.
Selain itu, gerakan mengunyah juga meningkatkan peredaran darah ke perut dan usus.
Ahli diet Vanshika Bhardwaj dari RS Marengo Asia di Gurugram, India, menjelaskan mengunyah makanan 40-50 kali juga membantu mengontrol rasa lapar dan membuat seseorang cenderung mengonsumsi lebih sedikit makanan.
"Penting untuk mengunyah makanan secara perlahan dan benar. Makan cepat bisa menyebabkan masalah pencernaan dan gangguan di lambung," tutur pakar diet lainnya, Shruti K Bhardwaj, melansir Times of India.
Menurut temuan dari sejumlah penelitian, dengan memperbanyak kunyahan, hormon pencernaan yang berkaitan dengan rasa lapar dan kenyang jadi lebih baik, mendorong nafsu makan lebih terkontrol.
Selain itu, teknik ini juga membuat seseorang lebih fokus pada makanan, sehingga mencegah makan berlebihan.
"Mengunyah akan meningkatkan produksi saliva, yang mengandung hormon pertumbuhan Epithelial yang menutrisi lambung. Ketika makan terlalu cepat, partikel makanan yang tidak tercerna bisa memicu peningkatan fermentasi di perut dan bakteri berkembang biak tak terkontrol," jelas Shruti.
Namun jumlah kunyahan tidak harus selalu sesuai pakem 40 kali, tapi tergantung dari tekstur makanan.
Untuk makanan padat, diperlukan sedikitnya 30 kali kunyahan, sementara makanan yang lebih lembut, mengunyah 6-10 kali sudah cukup. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan