Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Israel Usai Dituduh Dalang Pembunuhan Bos Hamas: No Comment
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang juru bicara pemerintah Israel menolak merespons tuduhan menjadi dalang serangan rudal ke Teheran, Iran, yang menewaskan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, pada Rabu (31/7).
Saat ditanya wartawan Reuters, saah satu jubir kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, David Mencer, menolak berkomentar terkait kematian Haniyeh yang telah menjadi incaran Israel sejak agresi brutalnya ke Jalur Gaza Palestina berlangsung pada 7 Oktober 2023 lalu.
"Kami tidak berkomentar soal insiden tersebut," kata Mencer.
Sementara itu, sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat, juga mengaku tidak tahu menahu apalagi terlibat pembunuhan Haniyeh.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengaku Gedung Putih "tidak mengetahui atau terlibat" dalam serangan diduga kuat dilakukan oleh Israel, sekutu dekat Washington.
"Ini adalah kejadian yang kami tidak tahu menahu atau terlibat," kata Blinken melalui transkrip wawancara dengan Channel NewsAsia di Singapura yang disebarkan Kemlu AS.
Haniyeh, tewas dalam serangan udara di Teheran, Iran, pada Rabu (31/7) pagi waktu setempat.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, sebagian besar pihak termasuk Hamas yakin bahwa Israel dalang di balik pembunuhan Haniyeh.
Haniyeh tengah berada di Teheran, Iran, untuk menghadiri pelantikan presiden baru Masoud Pezeshkian pada Selasa (30/7). Ia menempati salah satu kediaman veteran perang di utara Teheran selama berada di negara tersebut.
Media Iran melaporkan serangan udara menghantam kediaman Haniyeh di Teheran pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat.
Menurut laporan media, serangan berasal dari "proyektil berpemandu udara".
Sumber Iran yang mengatakan kepada media Lebanon pro-Hizbullah al Mayadeen menyebut proyektil tersebut ditembakkan dari luar Iran. Meski begitu, otoritas Iran belum mengonfirmasi hal ini.
Ismail Haniyeh merupakan kepala biro politik Hamas sejak 2017, menggantikan Khaled Meshaal. Haniyeh merupakan tokoh terkenal di Palestina, terutama usai menjabat Perdana Menteri pada 2006 menyusul kemenangan telak Hamas pada pemilu parlemen.
Haniyeh tinggal di pengasingan dan berpindah antara Turki dan Qatar. Dia bergabung dengan Hamas pada tahun 1987, saat peristiwa Intifada Pertama. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan