Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Warga Gianyar Curhat ke Polisi Air PDAM Mati Setiap Pagi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Polres Gianyar menggelar agenda Jumat Curhat, mendengar keluh kesah masyarakat pada Jumat (2/8/2024). Salah satu warga mengeluhkan kondisi air yang mati setiap pagi.
Hal itu diungkapkan oleh salah satu warga, Anak Agung Rai Padmi yang merupakan guru PAUD di salah satu sekolah. "Tolong jembatani terkait air PDAM setiap jam 6 pagi sering mati," ujar Rai Padmi.
Apalagi, setiap pagi justru menjadi jam sibuk bagi masyarakat. Sebab, harus berangkat bekerja dan juga menyiapkan keperluan sekolah baik mandi maupun cuci kakus. Termasuk untuk keperluan memasak.
Mendengar curhat seorang ibu, Kapolres Gianyar AKBP Umar memberikan tanggapan. "Terkait Air yang sering macet diperkirakan pihak PDAM punya jadwal dalam mengalirkan air dan saya akan coba koordinasi dengan PDAM dalam mengatasi permasalahan air," janji Kapolres.
Untuk sementara waktu, sebelum ada upaya dari PDAM, warga diminta bersabar dan menyetok air. "Solusi untuk saat ini agar warga menyediakan tempat penampungan air sementara," tutup dia.
Jumat curhat di Serongga juga terkait adanya penggunaan helm bagi warga yang bersanggul, knalpot brong hingga keberadaan kafe di Gianyar yang cukup banyak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4216 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1441 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 875 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 763 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun