Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Garda Revolusi Iran Klaim Haniyeh Tak Tewas Karena Ledakan Bom
BERITABALI.COM, DUNIA.
Garda Revolusi Iran menyatakan pada Sabtu (3/8) bahwa pemimpin Hamas Ismail Haniyeh tak terbunuh ledakan bom, melainkan oleh proyektil jarak pendek dengan hulu ledak sekitar 7 kilogram.
Hal ini sebelumnya juga sudah disampaikan perwakilan Hamas di Iran, Khaled Qaddoumi, yang mengungkap indikasi tempat tinggal Haniyeh 'terkena roket atau proyektil dari luar'.
Haniyeh tewas pada Rabu lalu dan kini menimbulkan kekhawatiran global atas potensi konflik langsung antara Iran dan musuh bebuyutannya Israel.
Konflik ini diperkirakan bakal semakin bikin runyam situasi di Timur Tengah ketika Israel terus-terusan membombardir Gaza dan kontak senjata di Lebanon.
Garda Revolusi Iran telah bersumpah akan membalas dendam atas kematian Haniyeh yang dikatakan bakal 'berat dan pada waktu, tempat dan cara yang tepat'.
Iran dan Hamas menuduh Israel sebagai pelaku pembunuhan Haniyeh yang terjadi beberapa jam usai dia menghadiri pelantikan baru Iran. Haniyeh sudah dimakamkan pada Jumat di Qatar.
Baca juga:
Israel Hantam Sekolah di Gaza: 17 Tewas
Sejauh ini belum ada pernyataan dari Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa ini.
Sebelumnya beredar kabar Haniyeh tewas karena ledakan bom yang diselundupkan diam-diam ke kediamannya di Teheran pada dua bulan lalu. Informasi ini muncul dari The New York Times yang mengutip sumber anonim. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3309 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 718 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman