Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
KMHDI Soroti Kesan Sikap Berjarak Dirjen Bimas Hindu
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menyoroti adanya kesan sikap berjarak antara Direktur Jendral (Dirjen) Bimas Hindu dengan Pengurus Parisadha Hindu Dharma Indonesia Pusat (PHDI Pusat).
Menurut KMHDI sikap berjarak antara dua institusi strategis umat ini akan merugikan umat Hindu sendiri.
Ketua Departemen Kajian dan Isu PP KMHDI Agus Pebriana mengatakan sikap berjarak tersebut terlihat dari tidak adanya sinergi dan kolaborasi antara Dirjen Bimas Hindu dengan Pengurus PHDI Pusat.
Dalam amatan KMHDI, sepanjang 2024 kata Agus, PHDI tidak pernah dilibatkan oleh Dirjen Bimas Hindu dalam berbagai kegiatan. Termasuk kegiatan yang tergolong sangat besar seperti Utsawa Dharma Gita yang digelar tahun ini di Kota Surakarta.
Padahal Kementrian Agama RI dan struktural di bawahnya di luar Ditjen Bimas Hindu, sangat sering melibatkan majelis tertinggi umat Hindu tersebut.
Baca juga:
Penyidikan Insiden Nyepi Sumberkelampok Digeber, Polres Buleleng BAP-kan Ketua KMHDI Bali
Seperti pelibatan sebagai Peserta Workshop Kurikulum dan Silabus Pelatihan Agama, kemudian Kuliah Umum Syrkh Al Azhar dan Pelatihan Pengelolaan Rumah Ibadat.
Bahkan beberapa waktu lalu antara Balitbang Kemenag RI dengan PHDI melakukan MoU untuk meningkatkan kualitas SDM Hindu.
"Catatan terkahir kami, Dirjen Bimas Hindu hanya mengundang PHDI pada bulan Desember 2023 berkaitan dengan Percepatan LPJ Dirjen Bimas Hindu. Setelah itu tidak pernah ada kolaborasi atau undangan," terangnya.
Agus mengatakan kondisi ini memunculkan pertanyaan ada apa dengan Dirjen Bimas Hindu. Menurut Agus, sikap Dirjen Bimas Hindu yang menjaga jarak dengan PHDI akan merugikan umat Hindu itu sendiri.
Hal ini mengingat bahwa posisi dari kedua institusi ini sangat strategis bagi umat Hindu. Ketika ada semacam jarak akan membuat kerja-kerja pemberdayaan, pendampingan, dan penguatan umat jadi terhambat.
Untuk itu, Agus pun mempertanyakan sikap ekslusivitas Dirjen Bimas Hindu yang menjaga jarak kepada ormas-ormas Hindu. Karena menurutnya, bagaimana pun juga harus ada kerja kolaborasi antara Dirjen Bimas Hindu dengan ormas Hindu, khususnya PHDI sebagai majelis tertinggi umat Hindu di Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7586 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5624 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3525 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2383 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan