Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Iran Tegaskan Punya Hak Untuk Tanggapi Serangan Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya memiliki 'hak untuk menanggapi' setiap agresi, termasuk melawan Israel.
Pernyataan ini muncul setelah Kanselir Jerman Olaf Scholz mendesak deeskalasi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel usai terbunuhnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh saat berada di Iran.
"Iran tidak akan pernah menyerah pada tekanan, sanksi, dan intimidasi. Kami memiliki hak untuk menanggapi para agresor menanggapi para agresor berdasarkan dengan norma-norma internasional," kata Pezeshkian dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, Senin (13/8).
Sebelumnya, Scholz menyatakan sangat khawatir tentang meluasnya kekerasan di Timur Tengah saat bertelepon dengan Pezeshkian hari ini.
Scholz mengimbau Presiden Pezeshkian untuk melakukan segala hal yang mungkin guna mencegah eskalasi militer lebih lanjut.
German menyatakan kekhawatiran besar tentang bahaya konflik regional di Timur Tengah, serta menyebut lingkaran kekerasan di Timur Tengah harus diputus sekarang.
Scholz adalah salah satu dari banyak pemimpin internasional yang berusaha untuk mencegah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan para pemimpin Perancis, Jerman, Italia, dan Inggris hari ini mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak Iran untuk menghentikan ancamannya untuk menyerang Israel.
"Kami meminta Iran untuk menghentikan ancamannya untuk menyerang militer Israel dan membahas konsekuensi serius bagi keamanan regional jika serangan semacam itu terjadi," kata para pemimpin tersebut setelah berbicara bersama melalui telepon.
Pasukan elit Garda Revolusi Iran mulai menggelar latihan militer di wilayah barat negara ini. Iran bersumpah bakal membalas Israel setelah kematian pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan Latihan militer berlangsung pada 9-13 Agustus.
"(Latihan ini) untuk meningkatkan kesiapan tempur dan kewaspadaan," kata seorang pejabat, dikutip Reuters, Minggu (11/9).
Simulasi perang ini muncul saat Iran bersumpah akan membalas Israel yang dituding dalang kematian Haniyeh. Haniyeh meninggal di Teheran usai menghadiri pelantikan Presiden Massoud Pezeshkian pada akhir Juli lalu.
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamaeni mengatakan akan menghukum Israel dengan keras.
Sementara itu, Israel mewanti-wanti Iran soal serangan mereka ke Negeri Zionis.
"Siapa pun yang menyakiti kita dengan cara yang belum pernah dilakukan, kemungkinan akan direspons dengan cara yang belum pernah dilakukan di masa lalu," kata Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.
Gallant juga menegaskan Israel tak ingin perang, tetapi harus mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5952 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2294 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2229 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan