Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Dua Festival Musik di Bali Ditunda karena Promotor Diduga Bawa Kabur Rp6,2 Miliar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dua festival musik yang sedianya terselenggara di Bali mengalami penundaan lantaran promotor tidak memberi kejelasan dan membawa kabur uang Rp6,2 miliar.
Kabar ini terungkap setelah Megatix selaku penyelenggara mengumumkan penundaan festival musik bertajuk Forever Young Festival. Forever Young Festival awalnya dijadwalkan berlangsung pada 27 September di Locca Sea House, Jimbaran, Bali dan Playground Festival pada 26 Oktober 2024.
Tak hanya Forever Young Festival, Megatix juga mengungkapkan acara yang dipromosikan Thom Entertainment selaku promotor akan menghadirkan Ice Cube dan Florida dalam Playground Festival pada 26 Oktober oleh juga tak akan berlangsung.
Dalam pernyataan resmi, mereka menyatakan telah dihubungi manajemen Ice Cube bahwa tidak pernah ada jadwal tampil di Bali dalam waktu dekat. Manajemen pun meminta semua yang menampilkan artis itu dihapus.
"Promotor yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan acara ini, tidak berhasil. Promotor tidak dapat dihubungi lagi, dan penyelidikan lebih lanjut telah mengungkapkan detail yang mengkhawatirkan tentang transaksinya," kata Megatix.
"Kami telah mengungkap bahwa Thomas telah gagal membayar atau telah menyalahgunakan dana yang jumlahnya hampir US$400.000 (sekitar Rp6,29 miliar, US$1=Rp15.738,15)."
"Yang tidak hanya memengaruhi acara-acara ini tetapi juga berbagai pihak lain, termasuk tempat penyelenggaraan, artis, agen perjalanan, stafnya sendiri, dan bahkan gerejanya sendiri," penegasan mereka.
Mereka juga menegaskan Thom Entertainment yang dimiliki Thomas Alfa Bernard merupakan vendor sekaligus presenter acara-acara tersebut.
Berdasarkan perjanjian, ia bertanggung jawab penuh atas semua keuangan, dan jika acara tidak selesai, ia bertanggung jawab atas semua pengembalian dana.
Locca Sea House dipastikan hanya tempat penyelenggaraan acara-acara itu dan tidak terlibat dalam pengelolaan dana. Sehingga, Megatix menyatakan mereka bersama beberapa pihak lainnya menjadi kesulitan imbas Thom tidak dapat dihubungi.
Di sisi lain, mereka menyatakan tengah bekerja keras, termasuk para artis untuk tetap tampil di Bali. Namun, mereka menyatakan memerlukan waktu untuk melakukan hal itu.
"Kami juga telah berbicara dengan semua artis dan agen yang terlibat, dan mereka berkomitmen untuk tetap menyelenggarakan pertunjukan di Bali," kata Megatix bersama Locca Sea House.
"Meskipun ini akan memakan waktu untuk mengaturnya, siapa pun yang memiliki tiket untuk acara Thomas akan menerima tiket untuk acara baru setelah kami dapat menyelesaikan pengaturannya."
"Sementara itu, kami meminta pengertian dan kesabaran Anda saat kami mengatasi keadaan yang menantang ini. Kami akan memberikan informasi terbaru segera setelah informasi lebih lanjut tersedia."
Mereka juga meminta peran aktif semua orang, terutama yang mengetahui atau mengenal Thom untuk memberikan informasi, "sehingga kami dapat membantu menyampaikan masalah ini kepada pihak berwenang."
Informasi itu bisa disampaikan melalui surel resmi mereka di support@megatix.co.id. Sementara itu, hingga kini belum ada informasi lebih lanjut di laman resmi promotor, Forever Young Festival, dan juga Playground Festival.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun