Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Gempa M 6,3 Guncang Papua Nugini, Tak Berpotensi Tsunami
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang Laut Bismarck di lepas pantai Papua Nugini pada Rabu (11/9).
Dilansir AFP yang mengutip data Survei Geologi AS, gempa dangkal yang terletak jauh dari daratan tersebut tidak menimbulkan peringatan tsunami atau laporan kerusakan langsung.
Gempa yang mengguncang pada pukul 23.46 WIB tersebut berpusat sekitar 224 kilometer (139 mil) timur laut kota Madang, yang terletak di sepanjang pantai utara negara tersebut.
Gempa bumi sering terjadi di Papua Nugini, yang berada di atas "Cincin Api" seismik -- busur aktivitas tektonik intens yang membentang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.
Kendati jarang menyebabkan kerusakan yang meluas di daerah yang jarang penduduknya, gempa bumi dapat memicu tanah longsor yang merusak.
Pada April 2023 lalu, sedikitnya tujuh orang tewas ketika gempa berkekuatan magnitudo 7 melanda daerah hutan di negara kepulauan Pasifik tersebut.
Kemudian pada September tahun lalu, 10 orang tewas ketika gempa berkekuatan 7,6 skala Richter menghancurkan ratusan rumah, membelah jalan dan menyebabkan pemadaman listrik di wilayah utara negara itu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4475 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2279 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1758 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1574 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1020 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun