Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Cuaca Ekstrem di Kepulauan Riau, Rumah Tenggelam dan Atap Roboh
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Cuaca ekstrem meliputi angin kencang di Kepulauan Riau pada Sabtu (14/9) telah menenggelamkan rumah warga di pesisir dan merobohkan atap rumah.
Ada dua rumah yang tenggelam, berada di Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas. Saat kondisi kejadian penghuni sedang tidak berada di dalam rumah.
Petugas Gabungan dari BPBD dan TNI - Polri sudah melakukan evakuasi barang - barang pemilik rumah. Sementara warga yang terdampak sudah mengungsi ke tempat aman.
"Telah terjadi angin kencang, yang menyebabkan dua rumah warga roboh dan tenggelam di laut," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas Madison saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Sabtu sore.
Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Ada dua lokasi kejadian cuaca ekstrem, pertama di Desa Desa Batu Berapit dan Desa Mampok Kecamatan Jemaja.
Selain rumah warga roboh dan tenggelam ada juga rumah yang tertimpa pohon tumbang.
"Ada pohon tumbang, satu pohon tumbang timpa rumah warga, satu pohon timpa jalan," ujar dia.
Kejadian atap rumah roboh terjadi di Kabupaten Bintan. Atap rumah diterjang angin kencang hingga jatuh ke tanah di Jalan Musi Kecamatan Bintan Timur.
Bahkan puluhan rumah warga yang berada di Kecamatan Bintan Timur dan Bintan Pesisir juga dilaporkan rusak akibat terjangan angin kencang.
"Dengan ini melaporkan, kejadian bencana cuaca ekstrem, lokasi kejadian yaitu Kecamatan Bintan Timur dan Kecamatan Bintan Pesisir", Kata Ramlah Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bintan, pada Sabtu (14/9).
Ramlah mengatakan banyak warga yang terdampak akibat cuaca ekstrem di dua Kecamatan tersebut.
Kecamatan Bintan Timur di Kelurahan Sei Lekop, sebanyak 2 KK, dan 9 Jiwa. Kemudian di Kelurahan Kijang Kota, sebanyak 2 KK dan 7 jiwa dan Desa Air Glubi di Kecamatan Bintan Pesisir sebanyak 14 KK, dan 51 Jiwa.
Kerusakan rumah dalam kategori kerusakan sedang dua rumah, kerusakan ringan 12 rumah dan untuk desa Numbing kecamatan Bintan pesisir warga yang terdampak sebanyak 23 rumah, 23 KK dan 82 jiwa.
Sementara untuk Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir sebanyak 7 KK, dan 7 jiwa. Sedangkan di Pulau Tenggel sebanyak 11 KK dan 11 jiwa.
Total warga yang terdampak secara keseluruhan sebanyak 58 KK dan 167 jiwa. Bagi warga yang terdampak akan diberikan bantuan secara bertahap, begitu juga perhitungan kerusakan rumah warga akan diperbaiki oleh BPBD Kabupaten Bintan.
"Bantuan berupa sembako sedang diberikan, secara bertahap dan Insya Allah mudah-mudahan perhitungan kerusakan akan dilaksanakan supaya dapat membantu meringankan beban dari masyarakat," ujar Ramlah.
Untuk warga yang rumahnya rusak akibat cuaca ekstrem di Bintan sementara waktu mengungsi ke rumah warga lain yang lebih aman. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan