Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dekrit Putin Jadikan Rusia Negara Kedua Tentara Terbanyak di Dunia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia mengumumkan telah menambah jumlah pasukan menjadi 1,5 juta tentara aktif menyusul kemunculan "ancaman" baru di sepanjang perbatasannya, termasuk sikap permusuhan negara Barat.
Penambahan jumlah pasukan ini tertera dalam dekrit yang diteken Presiden Vladimir Putin pada Senin (16/9). Dalam dekrit itu, Putin menambah jumlah pasukan aktif Rusia sebanyak 180.000 menjadi 1,5 juta personel.
Dengan jumlah tersebut, menurut media Moskow, Rusia menjadi negara kedua dengan jumlah personel militer aktif terbanyak di dunia.
"Ini (penambahan pasukan) disebabkan oleh banyaknya ancaman yang ada bagi negara kita di sepanjang perimeter perbatasan kita," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan di Moskow.
"Itu disebabkan oleh situasi yang sangat bermusuhan di perbatasan barat dan ketidakstabilan di perbatasan timur," tambahnya seperti dikutip AFP.
Berdasarkan data, saat ini China menjadi negara dengan jumlah tentara aktif terbanyak yakni mencapai lebih dari 2 juta personel. Sementara itu, India dan Amerika Serikat masing-masing berada di posisi ketiga dan keempat dengan jumlah 1,4 dan 1,3 juta personel.
Ini ketiga kalinya Putin memerintahkan peningkatan jumlah pasukan sejak melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Menurut perkiraan pemerintah, sebanyak 700 ribu pasukan Rusia telah bertempur di Ukraina sampai saat ini.
Sementara itu, dalam enam minggu terakhir, Rusia telah mengerahkan pasukan untuk menghentikan serangan lintas perbatasan Ukraina di wilayah Kursk-nya, dan juga meningkatkan serangannya di timur Ukraina.
Ukraina dan Rusia jarang menerbitkan data tentang korban militer, tetapi perkiraan analis independen menunjukkan masing-masing militer kedua belah pihak mengalami kejatuhan korban tewas hingga ribuan prajurit sejak invasi Moskow berlangsung.
Penambahan pasukan ini juga dilakukan Putin kala Rusia sejak lama mengeluhkan ancaman di perbatasannya, terutama dari perluasan negara-negara Eropa timur yang bergabung dengan Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO).
Putin menganggap perluasaan keanggotaan NATO di negara-negara Eropa timur sama saja mempersiapkan perang dengan Rusia.
Sementara itu, NATO menekankan bahwa mereka adalah aliansi defensif dan tidak mencari konfrontasi dengan Moskow. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan