Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Iran Tangkap 12 Orang Diduga Mata-Mata Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Garda Revolusi Iran menangkap 12 orang yang diduga menjadi agen mata-mata Israel dan merencanakan serangan ke wilayah mereka.
"Karena rezim Zionis [Israel] dan para pendukung Barat mereka, terutama Amerika Serikat, belum berhasil dalam tujuan jahat mereka terhadap rakyat Gaza dan Lebanon, mereka sekarang berusaha untuk menyebarkan krisis ke Iran dengan serangkaian tindakan yang direncanakan terhadap keamanan negara kami," kata pernyataan itu, mengutip Reuters, Minggu (22/9).
Garda Revolusi menambahkan bahwa anggota jaringan yang terdiri dari 12 orang telah ditangkap di enam provinsi berbeda di Iran, namun tidak menyebutkan kapan.
Ketegangan di Timur Tengah telah meningkat sejak ribuan pager dan walkie-talkie yang digunakan oleh anggota Hizbullah Lebanon meledak dalam sebuah serangan yang secara luas dituduhkan kepada Israel.
Hizbullah dan Israel terlibat saling serang di perbatasan dalam konflik yang berjalan paralel dengan agresi negara zionis tersebut ke Jalur Gaza yang telah berlangsung hampir setahun.
Pada akhir Juli, pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, terbunuh di Teheran dalam sebuah pembunuhan yang dituduhkan kepada Israel oleh pihak berwenang Iran. Israel tidak mengaku bertanggung jawab.
Sebelumnya, Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres khwatir Lebanon berisiko seperti Gaza imbas ketegangan antara Israel dan Hizbullah, kelompok milisi Lebanon, dalam beberapa hari terakhir.
"Yang menjadi kekhawatiran saya [adalah] kemungkinan mengubah Lebanon [menjadi] Gaza yang lain," kata Guterres, mengutip AFP.
Para pejuang Hizbullah dan militer Israel sudah saling serang selama hampir satu tahun. Serangan Hizbullah ini merupakan bentuk dukungan kepada Palestina yang digempur oleh Israel sejak 7 Oktober 2023.
Namun, ketegangan antara Hizbullah dan Israel meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Terlebih usai gelombang ledakan perangkat komunikasi, mulai dari pager hingga walkie talkie, di Lebanon yang menewaskan puluhan orang dan ribuan lainnya luka-luka.
Mereka menuding Israel jadi dalang gelombang ledakan tersebut.
Israel pada hari Jumat menyerang pinggiran selatan Beirut, ibukota Lebanon, dan menewaskan sedikitnya 16 anggota Hizbullah, termasuk seorang komandan senior. Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 45 orang, termasuk warga sipil.
Wakil kepala Hizbullah Naim Qassem mengatakan bahwa kelompoknya berada dalam "fase baru" dalam pertempuran melawan Israel, dan bersumpah akan melakukan konfrontasi terbuka.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam beberapa hari terakhir, Israel telah "menghantam Hizbullah dengan serangkaian pukulan yang tidak pernah dibayangkannya."
"Jika Hizbullah tidak menerima pesan itu - saya jamin - mereka akan menerima pesan itu. Kami bertekad untuk mengembalikan warga kami di utara ke rumah mereka dengan aman," kata Netanyahu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5435 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2294 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1091 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan