Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
114 Orang di Gianyar Mengidap HIV-Aids
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tes HIV-Aids yang dilakukan oleh layanan kesehatan di Gianyar menunjukkan hasil yang mencengangkan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Gianyar, lima tahun terakhir di Kabupaten Gianyar tercatat 8.000 sampai 9.000 orang per tahun melakukan test HIV di layanan kesehatan.
Dari ribuan orang yang tes, hasilnya, ratusan orang terpapar HIV-Aids. Tahun 2020 tercatat sebanyak 124 penderita. Kemudian di tahun 2021 sebanyak 176 penderita. Tahun 2022 sebanyak 150 penderita. Tahun 2023 sebanyak 177. Dan tahun 2024 dari Januari-Agustus sebanyak 114.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Ni Made Ariyuni menyatakan dari data ini diketahui bahwa setiap tahun ditemukan kasus HIV baru di wilayah Kabupaten Gianyar.
Untuk pelayanan kesehatan lanjutannya, layanan pengobatan HIV telah diberikan di Rumah Sakit, baik RSUD Sanjiwani Gianyar, RSU Payangan termasuk di RSU Swasta yaitu RSU Ganesha dan RSU Ari Santi.
Selain itu pengobatan dengan ARV (Anti Tetro Viral) juga dilaksanakan di UPTD Puskesmas seperti di UPTD Puskesmas Ubud II, Ubud I, Tegalalang I, Sukawati I dan Gianyar I. Bagi warga ODHIV (Orang Dengan HIV) dapat mengakses pengobatan ARV di masing-masing layanan. Secara keseluruhan saat ini sejumlah 1.131 ODHIV mengakses pengobatan di sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Gianyar.
"Upaya penanggulangan HIV diharapkan dapat menurunkan hingga meniadakan infeksi baru, menurunkan hingga meniadakan kecacatan dan kematian yang disebabkan oleh keadaan yang berkaitan dengan AIDS, menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV," ujar dia.
Dia mengajak agar masyarakat melakukan upaya pencegahan akan penularan HIV dengan prinsip ABCDE, yaitu Abstinensia, yaitu puasa seks bagi yang belum menikah; Be faithfull, yaitu prinsip untuk saling setia pada pasangan bagi yang sudah menikah; Condom, seperti namanya prinsip ini menganjurkan untuk menggunakan kondom bagi yang berhubungan seks beresiko; Dont drug, artinya jangan gunakan narkoba suntik ataupun sejenisnya; Education, yaitu dengan cara mengedukasi orang sekitar terkait informasi HIV yang benar.
"Bila berperilaku resiko tinggi tertular HIV, lakukan test HIV di layanan kesehatan terdekat, untuk mengetahui status HIV. Bila positif HIV, agar segera melakukan pengobatan ARV," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2317 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1930 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun