Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Tren Stunting Turun di Buleleng, Pemerintah Tetap Dorong Kuatkan Desa Adat
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penanganan stunting tidak cukup hanya satu pihak dari pemerintah saja, namun kerjasama sistem Penthalix terus disinergikan, salah satunya peran Desa Adat di Kabupaten Buleleng memiliki andil besar untuk mendata calon pengantin yang nantinya akan memiliki keturunan.
"Stunting tidak hanya di intervensi 1000 hari pertama kelahiran, namun calon ibu harus siap dan sehat ketika akan menikah. Nah di Bali umumnya dan Buleleng yang mayoritas agama Hindu tidak biasa mencatatkan diri sebelum menikah ke lembaga adat 3 bulan sebelumnya. Padahal ini penting agar calon ibu diketahui kesehatannya," ujar Kepala DP2KBP3A Nyoman Riang Pustaka, Jumat, (11/10) usai monev Satgas stunting dari Provinsi Bali.
Oleh karena itu pemerintah mendorong agar desa adat mengintensifkan pendataan dan melaporkan calon pengantin yang terdaftar untuk nantinya tim pendampingan keluarga (TPK) melakukan konseling dan cek kesehatan agar calon pengantin siap secara pisik dan mental untuk meneruskan keturunan yang sehat bebas dari stunting.
Disinggung mengenai perkembangan stunting di Buleleng, Kadis Riang mengungkapkan saat ini stunting Buleleng mengalami trend penurunan sesuai angka E-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) sebesar 2,6% sedangkan menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dari tim independen sebesar 6,2% dari tahun lalu 11%.
Ditegaskan lagi oleh dr. Made Ayu Witriasih selaku Koordinator Program Manajer Satgas Stunting Provinsi Bali bahwasannya kerjasama dengan Majelis Desa Adat di Bali sangat penting untuk turunkan angka stunting.
"Hasil survei nasional untuk pencatatan calon pengantin tahun lalu, Bali daerah nomor 2 terendah se Indonesia. Untuk itu Bali yang mayoritas Hindu yang diayomi oleh lembaga adat kita adakan MoU untuk mewajibkan mendaftarkan calon pengantin kramenya," jelasnya.
Pihaknya mencontohkan Kodya Denpasar sedang menggarap Perwali kepada calon pengantin, Tabanan dan Tampaksiring juga.
"Jika kramenya mendaftar menikah diwajibkan cek kesehatan, dengan dana desa bisa digunakan tidak perlu ke puskesmas antre, Penyuluh KB menelpon TPK, maka TPK langsung melakukan screening kesehatan, apa saja hanya mengukur tinggi badan, berat badan, lingkar lengan dan HB itu semua untuk mengecek status gizi calon pengantin," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan