Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Israel Membabi Buta Gempur Lebanon, 340 Serangan Udara Dalam 1,5 Hari
beritabali.com/cnnindonesia.com/Israel Membabi Buta Gempur Lebanon, 340 Serangan Udara Dalam 1,5 Hari
BERITABALI.COM, DUNIA.
Israel menggempur Lebanon secara membabi buta belakangan ini. Dalam waktu 36 jam atau 1,5 hari mereka meluncurkan nyaris 340 serangan udara.
Israel menyebut telah menyerang 140 target Hizbullah pada Selasa (15/10). Setelah itu, gempuran terus berlanjut hingga sekarang.
"Total dalam 36 jam terakhir hampir 340 serangan artileri atau udara di daerah perbatasan selatan Lebanon," demikian laporan Al Jazeera.
Israel juga mengklaim mereka menghancurkan peluncur roket dan infrastruktur Hizbullah di desa-desa perbatasan Lebanon.
Jurnalis Al Jazeera Imran Khan melaporkan banyak serangan Israel terkonsentrasi di Hasbaiyya.
Melihat Israel menggila, Hizbullah tak tinggal diam. Mereka balik menyerang dengan meluncurkan salvo rudal.
Salvo rudal merupakan penembakan rudal secara bersamaan dalam suatu pertempuran. Istilah "salvo" juga bisa merujuk ke bom atau roket yang dilepaskan dalam konflik.
Hizbullah juga mengklaim berhasil menembak pesawat nirawak atau drone Israel.
Dalam beberapa pekan terakhir, Israel menggempur habis-habisan Lebanon. Mereka bahkan menyerang pos pasukan penjaga perdamaian PBB di negara itu (UNIFIL).
Serangan Israel di Lebanon sejak 16 September telah menyebabkan 1.500 warga sipil tewas. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3353 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1079 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 796 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan