Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Pohon Tumbang Timpa Wantilan Pura Dalem Ked, Kerugian Capai Rp100 Juta
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebuah pohon albesia dan serumpun bambu tumbang menimpa bangunan wantilan di Pura Dalem Banjar Ked, Desa Taro pada hari Minggu, 3 November 2024. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 17.40 WITA, saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.
Menurut keterangan Kalaksa BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, laporan tentang insiden ini diterima melalui aplikasi WhatsApp dari I Made Suana, Kelian Adat setempat. Lokasi kejadian dilaporkan memiliki luas area terdampak sekitar 150 m², dengan panjang dan lebar masing-masing 15 m.
Tim penanganan dari BPBD Gianyar langsung dikerahkan pada hari Senin, 4 November 2024. Personil berangkat dari posko pada pukul 08.15 WITA dan tiba di lokasi satu jam kemudian.
"Proses pemotongan dan pembersihan material pohon tumbang selesai dilakukan dalam waktu 3 jam 45 menit, dengan penanganan resmi ditutup pada pukul 13.00 WITA," ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka akibat insiden ini. Namun, diperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp 100 juta. Bangunan bagian atap wantilan alami kerusakan.
Tim penanganan melibatkan anggota TRC BPBD Regu A dan didukung oleh TNI/POLRI serta masyarakat setempat, menggunakan peralatan seperti chainsaw dan armada double cabin.
Kepala Desa Taro, I Made Suana, mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan kejadian serupa di masa mendatang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1043 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 295 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 273 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun