Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Studi Ungkap Bahaya Mikroplastik dalam Kantong Teh
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Mikroplastik yang selama ini menjadi perhatian utama dalam isu polusi lingkungan kini menunjukkan ancaman baru dalam keseharian kita.
Temuan terbaru menunjukkan bahwa kantong teh, salah satu barang yang umum digunakan, dapat melepaskan mikroplastik berbahaya ke dalam air panas saat diseduh, meningkatkan potensi dampaknya terhadap kesehatan manusia.
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Barcelona, Spanyol, mengungkapkan bahwa kantong teh yang terbuat dari polimer plastik komersial, seperti polypropylene, dapat melepaskan hingga 1,2 miliar partikel mikroplastik hanya dalam setetes air panas. Sementara itu, kantong teh yang terbuat dari selulosa menghasilkan sekitar 135 juta partikel mikroplastik, dan kantong teh berbahan nilon-6 melepaskan lebih dari 8 juta mikroplastik.
Baca juga:
Mikroplastik di Laut Bali Jadi Ancaman
Mikroplastik yang terlepas ini tidak hanya mencemari teh yang diminum, tetapi juga membawa potensi bahan kimia berbahaya yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Partikel-partikel kecil ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman, serta bahkan udara yang dihirup. Mikroplastik kemudian tersebar ke berbagai bagian tubuh, seperti darah, susu ibu, air liur, dan feses, yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan serius.
Dampak Kesehatan Mikroplastik
1. Gangguan Pencernaan
Penelitian yang dilakukan di China menemukan bahwa paparan mikroplastik pada tikus menyebabkan kerusakan pada dinding usus besar dan penurunan produksi lendir pelindung di saluran pencernaan. Mikroplastik ini juga berpotensi mempercepat penyebaran sel kanker dalam saluran pencernaan.
2. Risiko Kanker
Studi dari Universitas California San Francisco mengaitkan paparan mikroplastik dengan peningkatan risiko kanker usus besar, terutama pada individu muda. Partikel mikroplastik yang terhirup dapat masuk ke dalam darah melalui paru-paru dan meningkatkan potensi kanker.
3. Gangguan Kesuburan
Paparan mikroplastik juga diduga berperan dalam penurunan kesuburan global. Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa mikroplastik dapat mempengaruhi fungsi reproduksi, yang dapat berdampak pada kesuburan manusia.
Dengan adanya temuan ini, penting bagi konsumen untuk semakin memperhatikan bahan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk produk-produk yang terbuat dari plastik. Mengurangi penggunaan kantong teh berbahan plastik dan beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan dapat menjadi langkah kecil namun penting dalam mengurangi dampak mikroplastik terhadap kesehatan dan lingkungan kita. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5925 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan