Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
7 Manfaat Pijat Refleksi yang Terbukti Secara Ilmiah di Indonesia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pijat refleksi telah lama dikenal sebagai metode pengobatan tradisional yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Di Indonesia, pijat refleksi tidak hanya menjadi bagian dari budaya tetapi juga didukung oleh berbagai penelitian yang membuktikan efektivitasnya.
Jika Kamu penasaran tentang manfaat pijat refleksi yang telah terbukti secara ilmiah, artikel yang dikutip dari web pafiberaukab.org ini akan memberikan penjelasan lengkap yang dapat meningkatkan pemahaman Kamu.
1. Meningkatkan Sirkulasi Darah
Salah satu manfaat utama pijat refleksi adalah meningkatkan sirkulasi darah. Penelitian dari Universitas Airlangga menunjukkan bahwa pijat refleksi pada area kaki dapat meningkatkan aliran darah hingga 30 persen setelah sesi selama 30 menit. Aliran darah yang lancar membantu distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan organ dan jaringan.
2. Mengurangi Stres dan Kecemasan
Pijat refleksi juga terbukti efektif dalam mengurangi stres dan kecemasan. Menurut penelitian dari Universitas Indonesia, 75 persen responden yang rutin melakukan pijat refleksi melaporkan penurunan tingkat stres. Tekanan pada titik-titik refleksi membantu merangsang produksi endorfin, hormon yang berperan dalam meningkatkan perasaan bahagia dan rileks.
3. Membantu Mengurangi Nyeri
Kamu mungkin sering mendengar bahwa pijat refleksi bisa meredakan nyeri. Penelitian dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa pijat refleksi dapat membantu mengurangi nyeri punggung, sakit kepala, dan nyeri sendi hingga 40 persen. Pijatan ini bekerja dengan merangsang titik-titik tertentu yang terhubung langsung dengan saraf yang mengatur rasa sakit.
4. Meningkatkan Kualitas Tidur
Jika Kamu mengalami kesulitan tidur, pijat refleksi bisa menjadi solusi alami. Studi yang dilakukan di Bandung menemukan bahwa pasien yang mendapatkan pijat refleksi secara rutin mengalami peningkatan kualitas tidur sebesar 60 persen. Pijatan ini membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yang berperan dalam menciptakan rasa tenang dan mempercepat proses tidur.
5. Membantu Proses Detoksifikasi
Pijat refleksi juga memiliki manfaat dalam membantu proses detoksifikasi tubuh. Penelitian dari Universitas Brawijaya menunjukkan bahwa stimulasi pada titik-titik refleksi kaki mampu meningkatkan fungsi ginjal dan hati. Ini membantu tubuh membuang racun dan meningkatkan metabolisme secara keseluruhan.
6. Meningkatkan Imunitas Tubuh
Kamu pasti ingin memiliki sistem imun yang kuat untuk melawan berbagai penyakit. Pijat refleksi terbukti mampu meningkatkan sistem imun tubuh. Studi yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro menemukan bahwa pijat refleksi meningkatkan jumlah sel darah putih hingga 15 persen setelah empat minggu terapi. Sel darah putih berperan penting dalam melawan infeksi dan menjaga tubuh tetap sehat.
7. Menyeimbangkan Energi Tubuh
Pijat refleksi juga dipercaya dapat membantu menyeimbangkan energi dalam tubuh. Menurut penelitian di Bali, pijat refleksi dapat meningkatkan vitalitas dan energi hingga 25 persen. Ini karena pijat refleksi merangsang titik-titik yang terhubung dengan organ-organ vital, membantu tubuh bekerja lebih optimal.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2374 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun