Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
HGB di Laut, Temuan Kontroversial di Tangerang dan Denpasar
Serangan Jadi Fokus, HGB di Laut Picu Debat Publik Soal Reklamasi dan KEK Kura-Kura
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tangerang kembali menjadi sorotan setelah ditemukannya Hak Guna Bangunan (HGB) di atas wilayah laut sepanjang 30 kilometer.
Fenomena ini ternyata tidak hanya terjadi di Tangerang, tetapi juga di beberapa wilayah lain seperti Denpasar, Semarang, Batam, dan Surabaya Raya.
Informasi ini diungkap oleh akun X @stravenues pada Senin, 20 Januari 2025. Akun tersebut membagikan data dan foto yang menunjukkan adanya catatan HGB di atas laut, termasuk di wilayah Denpasar dan Batam.
Menurut unggahan akun X tersebut, di Denpasar ditemukan adanya HGB di atas wilayah laut di sekitar Serangan.
Lokasi ini diketahui merupakan area yang direncanakan untuk reklamasi, yang diduga terkait dengan rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali.
“Denpasar: ada HGB di atas wilayah yg akan direklamasi (untuk KEK Kura-Kura?) di Serangan,” tulis akun X @bramwas, yang juga aktif membahas isu tata ruang kota.
Selain di Denpasar, akun tersebut juga menyoroti fenomena serupa di Semarang dan Surabaya Raya. Semakin banyaknya HGB di atas laut memunculkan spekulasi tentang potensi pelanggaran tata ruang dan pengelolaan wilayah perairan.
“Ada kemungkinan jumlah HGB di atas laut terus bertambah,” ujar akun X @stravenues.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terkait regulasi pemanfaatan wilayah laut yang seharusnya dijaga untuk kepentingan publik.
Para ahli tata ruang dan masyarakat mendesak adanya transparansi dari pihak berwenang untuk mengungkap proses penerbitan HGB di atas laut.
Apakah hal ini legal? Ataukah ada celah aturan yang dimanfaatkan? Hingga kini, pertanyaan-pertanyaan tersebut masih menjadi diskusi hangat di media sosial dan berbagai forum publik.
Pemerintah daerah di berbagai kota yang disebutkan, termasuk Tangerang, Denpasar, dan Semarang, diharapkan segera memberikan klarifikasi mengenai kasus HGB di atas laut ini.
Langkah investigasi lebih lanjut akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa tata kelola wilayah berjalan sesuai aturan.
Temuan ini semakin menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan ruang laut di Indonesia, khususnya untuk memastikan bahwa pemanfaatannya tidak merugikan masyarakat dan lingkungan.
Editor: wids
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5855 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan