Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dewan Pers Rilis Pedoman Penggunaan AI dalam Jurnalistik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dewan Pers resmi merilis pedoman terkait penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia jurnalistik untuk mengatur dampak teknologi ini pada proses produksi berita.
Pedoman ini disusun dengan tujuan untuk menjaga integritas dan etika jurnalistik di tengah perkembangan pesat teknologi AI.
Abdul Manan, salah satu anggota tim yang merumuskan pedoman tersebut, menjelaskan bahwa dua alasan utama di balik pembuatan pedoman ini adalah percepatan perkembangan teknologi AI dan potensi risiko penyalahgunaannya. Manan menyebutkan bahwa meskipun AI dapat mempercepat proses kerja jurnalis, ada potensi bahaya seperti manipulasi konten visual (deepfake) dan penyebaran informasi yang salah atau hoaks.
“AI memang seperti pisau bermata dua,” ujar Manan dalam konferensi pers di Gedung Dewan Pers.
Pedoman ini bertujuan untuk melindungi masyarakat, narasumber, dan konsumen media dari kemungkinan dampak negatif penggunaan AI dalam pembuatan berita.
Pedoman yang dirumuskan ini tidak memberikan panduan teknis mengenai cara menggunakan AI, tetapi lebih menekankan pada prinsip-prinsip dasar yang harus diikuti dalam proses produksi karya jurnalistik. Sebagaimana kode etik jurnalistik, pedoman ini mengedepankan nilai-nilai yang harus diperhatikan oleh pelaku media dalam mengintegrasikan AI dalam pekerjaan mereka.
Suprapto, anggota tim perumus lainnya, mengungkapkan empat prinsip utama yang menjadi pedoman. Pertama, AI harus dipandang sebagai alat bantu dalam proses jurnalistik dan tetap harus mematuhi kode etik jurnalistik. Kedua, keterlibatan manusia dalam setiap tahap produksi berita tetap sangat penting, termasuk pengawasan redaksi, wartawan, dan editor.
Prinsip ketiga menegaskan bahwa meskipun AI digunakan dalam proses pembuatan karya jurnalistik, perusahaan media tetap bertanggung jawab atas hasil karya tersebut. Sementara itu, prinsip keempat menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan AI, dengan mewajibkan perusahaan media untuk mencantumkan informasi tentang aplikasi atau sumber AI yang digunakan dalam produksi konten.
Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, menyatakan bahwa pedoman ini diharapkan dapat mencegah pelanggaran kode etik jurnalistik terkait penggunaan AI, serta memberikan arahan yang jelas bagi perusahaan media. Hingga saat ini, Dewan Pers mencatat bahwa belum ada sengketa jurnalistik terkait penggunaan AI, meskipun teknologi ini semakin berkembang pesat.
Pedoman lengkap mengenai penggunaan AI dalam karya jurnalistik dapat diakses dan diunduh melalui laman resmi Dewan Pers. (sumber: garuda.tv)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2261 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan