Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Senderan Pura Bukit Telaga Gianyar Longsor, Akses Jalan ke Bangli Tertutup
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Senderan berupa dinding penahan tanah di Pura Bukit Telaga, Banjar Jageperang, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, mengalami longsor pada Selasa pagi, 11 Februari 2025. Material longsor hingga menutup akses lalu lintas jalur Gianyar-Bangli.
Material tanah membuat jalanan kena lumpur dan membahayakan pengguna jalan. Kejadian ini diduga akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, material senderan yang runtuh menutupi sebagian akses jalan penghubung antara Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Bangli. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Desa Sidan, I Made Sukra Suyasa, menjelaskan bahwa senderan yang jebol terletak di sebelah barat pura. Di lokasi tersebut, sebelumnya sedang dilakukan proyek pembuatan senderan.
"Sebelum kejadian, ada proyek pembangunan senderan di area tersebut. Diduga, tanah di lokasi tersebut labil akibat hujan deras yang terus-menerus, sehingga menyebabkan senderan jebol. Syukurlah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Sukra Suyasa.
Senderan yang runtuh memiliki ketinggian sekitar 10 meter. Material bangunan yang ambruk menutupi sebagian jalan, mengganggu kelancaran arus lalu lintas antara Gianyar dan Bangli.
Menanggapi kejadian ini, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar segera melakukan upaya pembersihan material agar akses jalan dapat kembali dilalui. Selama proses pembersihan berlangsung, petugas memberlakukan sistem buka-tutup akses jalan untuk mengatur arus kendaraan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun