Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Korban Penusukan di Jalan Nangka Utara Meninggalkan Dua Putri Masih Kecil
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kematian tragis Kadek Parwata (31) yang ditusuk pria tak dikenal di depan warung Auna di Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, pada Kamis 13 Februari 2025 sekitar pukul 02.15 dini hari, menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.
Betapa tidak, pria yang dikenal baik dan sederhana ini meninggalkan dua putrinya yang masih kecil-kecil.
Pascakematian korban, rumah duka dibanjiri kedatangan para sanak keluarga dan kerabat korban. Rumah korban terletak di Jalan Nangka, Gang Pande Nomor 26C, Denpasar. Sementara itu, kakak korban yakni Gede Dana Putra menceritakan kisah pilu yang dialami adiknya tersebut.
Dia mengatakan, sang adik dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah diajak bicara. Adiknya bekerja sebagai karyawan Housekeeping di Restoran Si Circus.
Bahkan, korban merupakan tulang punggung keluarganya. Almarhum Parwata memiliki istri, serta dua putri yang masih kecil-kecil. Satu kelas TK dan satu lagi baru kelas empat SD.
Terkait kejadian ini, pihak keluarga tidak menyangka, Parwata tewas ditusuk. Padahal, adiknya sendiri tidak mengenal pelaku.
"Adik saya itu tidak punya masalah apapun dengan pelaku," bebernya.
Sebelumnya, kata Gede Dana, adiknya pergi melayat ke rumah ayah temannya yang meninggal. Setelah dari melayat, anak kedua dari lima bersaudara tersebut pulang ke rumahnya. Ia dibonceng oleh temannya, dan sempat mampir di warung Auna untuk membeli minum.
Korban dan temannya tidak tahu kalau sebelumnya pelaku sudah terlibat cekcok dengan orang lain di tempat kejadian perkara (TKP). Namun tiba-tiba saja pelaku memaki-maki korban dan langsung menusuk menggunakan pisau.
"Perkiraan kami, Kadek (korban) dikira oleh pelaku sebagai saudara atau teman dari orang yang sebelumnya diajak berkelahi, padahal Kadek tidak tahu apa-apa," bebernya.
Gede Dana mengatakan, pihak keluarga sama sekali tidak punya firasat buruk apapun hari itu. Hanya saja, korban memang sempat dua kali menunda untuk melayat karena cuaca buruk.
Usai tragedi penusukan itu, korban langsung diantar oleh temannya menggunakan sepeda motor ke Rumah Sakit Darma Bakti. Nahas, setiba disana sudah dinyatakan meninggal dunia, diduga karena kehabisan darah.
"Pas naik motor sudah tidak sadar, kakinya lecet-lecet ke seret diaspal, sampai RS belum dapat penanganan apa-apa sudah meninggal. Lukanya itu di area lambung tembus punggung, kurang lebih dapat tujuh jahitan," bebernya.
Gede Dana melanjutkan, jenazah sang adik sementara dititip di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar. Rencananya, Parwata akan dimakamkan pada Minggu 16 Februari 2025 di kampung halamannya, Desa Antiga, Karangasem.
"Kami pihak keluarga berharap agar pelakunya cepat tertangkap. Karena pelaku telah merenggut anggota keluarga kami," ucapnya.
Dikatakannya, dari informasi yang diterima pihak keluarga, plat kendaraan yang digunakan pelaku tidak terdata alias bodong.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 862 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 727 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 552 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 524 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik