Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Warga Ubud Jatuh ke Jurang, Evakuasi Dilakukan Gotong Royong
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang warga Banjar Taman Kaja, Ubud, yang dikenal dengan nama Pak Wis jatuh ke jurang di wilayah Banjar Junjungan, Ubud, pada Selasa malam (18/2/2025). Kejadian tersebut diketahui oleh pejalan kaki yang melintas dan mendengar suara minta tolong.
Selanjutnya, warga yang mendengar suara itu langsung memberi tahu warga lainnya. Warga pun berusaha menolong korban yang berada di bawah.
Wayan Sanglah, selaku Kaling Junjungan Ubud, menyatakan sebab korban jatuh belum diketahui secara pasti. “Karena pas saya ke sana, korban sudah di bawah,” ujarnya Rabu (19/2/2025).
Melihat situasi itu, warga langsung menolongnya secara bergotong-royong. “Proses evakuasi menggunakan tali tambang gotong royong oleh warga,” jelasnya.
Korban Pak Wis berhasil diselamatkan dan naik ke atas jurang. Setelah di atas, korban ditenangkan oleh warga. Selanjutnya, korban diajak pulang ke rumahnya.
Pihak BPBD Gianyar dan Polsek Ubud sempat menerima informasi mengenai insiden tersebut. Baru saja akan menurunkan tim, petugas mendapat laporan terbaru bahwa korban telah dibantu oleh warga.
Meski sudah dibantu warga, pihak kepolisian tetap menuju lokasi kejadian untuk mendata insiden tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2403 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1932 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun