Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Tiga Elang Paria Dilepasliarkan di Nusa Penida
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Sebanyak tiga ekor elang paria (Milvus migrans) kembali dilepasliarkan di Desa Sakti, Nusa Penida, Bali, pada Selasa (25/2/2025).
Pelepasliaran ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan konservasi satwa liar yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama Yayasan Pecinta Alam dan Kemanusiaan.
Tiga elang yang dikembalikan ke alam bebas ini terdiri dari dua ekor hasil translokasi dari Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) Garut dan satu ekor lainnya berasal dari penyerahan masyarakat. Sebelum dilepasliarkan, ketiganya telah menjalani proses rehabilitasi untuk mengembalikan insting berburu serta memastikan kondisi tubuh mereka cukup kuat untuk bertahan di alam liar.
Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menegaskan pentingnya menjaga ekosistem dan habitat alami elang.
"Pelepasliaran ini adalah langkah konkret dalam menjaga keseimbangan alam dan kelangsungan hidup satwa liar," ujar Hendratmoko, Selasa (25/2/2025).
Hendratmoko juga mengingatkan bahwa masyarakat harus berperan dalam upaya konservasi dengan tidak menangkap atau memperdagangkan satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang. Edukasi dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga populasi satwa liar di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5433 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2292 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1089 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan