Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 27 Juni 2026
Wisatawan Nikmati Peragaan Busana Bali Tempo Dulu di Penglipuran
BERITABALI.COM, BANGLI.
Belasan anak-anak muda mengenakan pakaian adat Bali tempo dulu di areal Hutan Bambu Penglipuran, Bangli. Dengan suasana yang asri dan sejuk, nuansa klasik semakin terasa, menarik perhatian wisatawan yang sedang berkunjung.
Berbagai event budaya Bali selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan. Salah satunya adalah lomba peragaan busana adat Bali tempo dulu tingkat anak-anak yang digelar di Pasar Pelipurlara, Desa Wisata Penglipuran, Bangli pada Sabtu (15/3/2025). Para pengunjung tampak antusias menyaksikan kegiatan tersebut.
Salah satu pengunjung, Cia asal Manado, mengaku sangat terkesan dengan keindahan dan keasrian Desa Wisata Penglipuran.
"Apa lagi ditambah dengan berbagai event tentang budaya Bali, menjadikan pengalaman yang berbeda bagi diri saya," katanya.
Bendesa Adat Penglipuran, I Wayan Budiarta, mengatakan bahwa kegiatan ini digelar sebagai upaya pelestarian dan membangkitkan kembali tradisi adat budaya dengan ciri klasik tempo dulu, terutama bagi generasi muda.
"Lomba yang baru pertama kali digelar ini diikuti oleh 17 pasang anak-anak tingkat SD se-Kabupaten Bangli," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Bangli, I Wayan Sugiarta, sangat mengapresiasi langkah Desa Penglipuran dalam menyelenggarakan kegiatan ini sebagai alat promosi pariwisata.
"Sektor pariwisata baik di Bali maupun Bangli berbasis budaya, sehingga harus terus digali dan dikembangkan yang berujung pada lestarinya budaya yang ada," ungkapnya.
Diharapkan ke depan, potensi budaya yang mulai ditinggalkan dapat dibangkitkan kembali sehingga menjadi daya tarik pariwisata yang berkelanjutan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun