Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Pohon Tumbang Saat Upacara Kremasi di Karangasem, Enam Korban Dilarikan ke RS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Enam orang dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban dalam musibah pohon tumbang saat berlangsungnya upacara kremasi di Setra Desa Adat Sengkidu, Kecamatan Manggis, Karangasem, pada Sabtu (22/3/2025).
Camat Manggis, I Putu Eka Putra Tirtana, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa pohon tumbang terjadi sekitar pukul 13.15 WITA di tengah prosesi upacara kremasi.
"Pohon berukuran cukup besar tumbang menimpa bangunan bale pewedangan di kawasan setra, dan kebetulan ada beberapa warga yang sedang berteduh di bawah bale tersebut," ujar Tirtana.
Akibat insiden ini, sedikitnya enam warga yang menghadiri upacara kremasi menjadi korban. Empat di antaranya mengalami luka ringan, sedangkan dua lainnya mengalami luka serius dan harus mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
"Ada dua korban yang dirujuk, satu korban dirujuk ke RSUD Klungkung dan satu dirujuk ke RSUD Karangasem," tambahnya.
Dua korban dengan luka berat diidentifikasi sebagai Ni Wayan Nurasih (53), yang dirujuk ke RSUD Karangasem, dan I Ketut Tebeng (79), yang dirujuk ke RSUD Klungkung. Saat ini, keduanya masih menjalani perawatan intensif.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4463 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2230 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1012 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun