Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Karangasem Penyumbang PMI Terbanyak Kedua di Bali
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Minat generasi muda Gumi Lahar untuk bekerja ke luar negeri terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini menempatkan Kabupaten Karangasem di posisi kedua dengan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbanyak di Bali.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Karangasem, Ida Nyoman Astawa, mengatakan bahwa Karangasem berada di bawah Kabupaten Buleleng dalam jumlah PMI sejak dua tahun terakhir.
Pada 2023, jumlah PMI asal Karangasem tercatat sebanyak 1.151 orang. Angka ini sedikit menurun di tahun 2024 menjadi 1.002 orang. PMI Karangasem paling banyak berasal dari Kecamatan Kubu, Abang, dan Rendang. Negara tujuan favorit di antaranya Turki, Itali, dan Jepang.
"Ya Karangasem posisi ke 2 dibawah Kabupaten Buleleng, memang minat generasi muda sekarang cenderung bekerja ke luar negeri ada yang didarat dan kapal pesiar. Mungkin karena minimnya lapangan pekerjaan disektor informal, disamping fasion juga penghasilan yang lebih baik bekrja di luar negeri," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (28/4/2025).
Astawa juga mengakui kemungkinan masih adanya PMI asal Karangasem yang bekerja di luar negeri namun belum terdata resmi karena berangkat lewat jalur nonprosedural. Biasanya, hal itu baru diketahui setelah muncul persoalan.
Untuk mencegah potensi masalah di kemudian hari, Astawa mengimbau masyarakat Karangasem yang ingin bekerja ke luar negeri agar terlebih dahulu berkonsultasi ke Dinas Tenaga Kerja. Hal ini penting untuk memastikan keabsahan agen penyalur tenaga kerja.
"Silakan datang berkonsultasi ke Disnaker, kami siap memberikan informasi dan memfasilitasi persyaratan yang dibutuhkan," imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun