Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Hama Tikus Serang 68 Hektare Sawah di Tegallalang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Serangan hama tikus kembali meresahkan para petani di Kabupaten Gianyar. Kali ini, sebanyak 68 hektare lahan pertanian di Subak Kendran, Tegallalang dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan hama pengerat tersebut.
Akibat kondisi itu, para petani mengadu kepada Anggota DPRD Gianyar, Buda Antara, serta Dinas Pertanian Gianyar untuk mencari solusi bersama.
Menurut Made Martha Kasoema Dinatha, selaku Pengendali Organisme Penyakit Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Gianyar, pihaknya telah melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani terkait langkah pencegahan hama tikus.
Dinas Pertanian Gianyar sebelumnya juga sudah menyediakan obat-obatan untuk pengendalian hama tikus, yang diperoleh dari BPTPHBUN Celuk Sukawati. Namun saat ini persediaan obat tersebut telah habis.
“Terkait asuransi pertanian untuk tahun ini, tidak ada karena tidak tersedia dana baik di kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Dinas Pertanian Gianyar bersama BPP Tegallalang akan terus memberikan pendampingan dan edukasi kepada petani, agar pada periode tanam berikutnya bisa melakukan pengendalian secara mandiri melalui pengadaan obat-obatan swadaya.
Petani pun diharapkan dapat lebih aktif melakukan upaya pencegahan sejak dini, untuk meminimalkan kerugian akibat hama tikus yang kerap menyerang lahan sawah di wilayah Tegallalang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7664 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5626 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3526 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan