Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Awan Piring Terbang Selimuti Gunung Agung, Pertanda Apa?
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Puncak Gunung Agung di Kabupaten Karangasem kembali menyita perhatian warga dan wisatawan setelah tampak diselimuti awan berbentuk unik menyerupai piring terbang, Senin pagi (26/5/2025).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, memberikan penjelasan terkait fenomena alam tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awan tersebut bukan pertanda aktivitas vulkanik.
“Itu adalah awan lentikularis. Bentuknya memang khas seperti lensa atau piring terbang jika dilihat dari kejauhan. Awan ini terbentuk karena adanya gelombang orografis akibat pertemuan angin dengan pegunungan,” jelas Arimbawa meneruskan penjelasan BMKG saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, kemunculan awan lentikularis merupakan fenomena meteorologis yang wajar di kawasan pegunungan seperti Gunung Agung. Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati, terutama bagi pendaki dan warga yang beraktivitas di sekitar area gunung.
“Awan ini tidak berbahaya bagi masyarakat umum, tapi bisa menyebabkan turbulensi kuat dan angin kencang di sekitar kawasan puncak. Ini berisiko bagi penerbangan dan pendaki,” terangnya.
Fenomena awan lentikularis memang kerap menjadi perhatian karena bentuknya yang unik dan jarang terlihat. Selain di Gunung Agung, jenis awan ini juga biasa muncul di kawasan pegunungan tinggi lainnya saat kondisi atmosfer mendukung.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3783 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1724 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang